SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
Jakarta, sustainlifetoday.com – Memasuki fase transisi besar dalam lanskap keberlanjutan nasional, SustainLife Today (PT Eftu Sarana Media) kembali menginisiasi ajang penganugerahan tahunan ESG Initiative Awards (EIA) 2026.
Memasuki penyelenggaraan tahun ketiga sejak perdana digelar pada 2024 dan dilanjutkan pada 2025, ajang prestisius tahun ini mengusung tema “Beyond Reporting Toward Measurable Outcomes”. Tema ini secara khusus diangkat guna mengevaluasi sekaligus mengapresiasi capaian Environmental, Social, and Governance (ESG) korporasi serta individu profesional secara independen yang sepenuhnya berbasis data dan hasil terukur.
Penyelenggaraan EIA 2026 hadir untuk menyikapi kesiapan dunia usaha terhadap dinamika regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah merampungkan revisi POJK 51/2017 menjadi regulasi payung lintas sektor. Regulasi komprehensif tersebut mewajibkan pelaporan keberlanjutan berbasis Standar Pengungkapan Keberlanjutan (PSPK 1 & 2) yang diselaraskan dengan standar global IFRS S1 dan IFRS S2 dari International Sustainability Standards Board (ISSB) yang diproyeksikan mulai berlaku efektif pada 2027 mendatang. Langkah kepatuhan iklim tersebut juga didorong oleh penguatan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) Versi 3.
Ketua Penyelenggara ESG Initiative Awards 2026, M. Farhan Syah, menegaskan bahwa perubahan lanskap regulasi ini menjadi sinyal kuat yang menandai berakhirnya era greenwashing dan pelaporan keberlanjutan yang sekadar bersifat naratif serta longgar. Perusahaan kini dituntut untuk mampu memberikan pengungkapan dan bukti terukur atas setiap dampak keberlanjutan yang diklaim.
“Tahun 2026 menjadi titik balik penting bagi dunia usaha di Indonesia. Pelaporan ESG tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban administratif atau pelengkap annual report, melainkan penentu utama daya saing dan kredibilitas bisnis di mata investor global. Melalui ESG Initiative Awards 2026 yang kini memasuki edisi ketiga sejak 2024, kami hadir memberikan validasi independen yang objektif atas pencapaian riil korporasi, sekaligus mendorong kepemimpinan bisnis yang berfokus pada measurable outcomes,” ujar Farhan.
Guna menjaga independensi dan kredibilitas penghargaan, proses evaluasi EIA 2026 dinilai secara ketat oleh dewan juri independen yang terdiri dari para pemimpin, akademisi, dan pakar ESG terkemuka di Indonesia. Jajaran dewan juri tersebut di antaranya mencakup Herry Putranto selaku Chairman of the Sustainability & Climate Change Committee INKINDO, pakar tata kelola Dr. Mas Achmad Daniri, akademisi Universitas Pertamina Dr. Dewi Hanggraeni, hingga Menteri Lingkungan Hidup periode 1999-2001 Dr. Alexander Sonny Keraf. Proses penilaian ini mengadopsi standar keberlanjutan global yang ketat, memadukan metrik GRI, ISSB, TNFD, UNGP, hingga parameter Sustainable Development Goals (SDGs).
Pada edisi kali ini, EIA 2026 membuka ruang partisipasi yang luas melalui deretan kategori untuk entitas Organisasi dan figur Individu. Untuk apresiasi kinerja organisasi pada pilar Environmental, kategori yang dikompetisikan mencakup inisiatif adaptasi dan ketahanan iklim, program transisi energi, hingga strategi manajemen limbah dan sumber daya.
Sementara itu, pada pilar Social, apresiasi diberikan bagi perusahaan yang berfokus pada inisiatif keberagaman, kesetaraan, inklusi (DEI), pemenuhan hak asasi manusia, pemberdayaan komunitas masyarakat, hingga program kesejahteraan karyawan.
Tidak ketinggalan, pada pilar Governance, perseroan dapat membuktikan keunggulannya dalam praktik tata kelola dan manajemen risiko ESG, transparansi pelaporan, hingga penerapan rantai pasok yang etis dan berkelanjutan. Penghargaan korporasi paripurna nantinya akan dianugerahkan melalui gelar ESG Initiative of the Year sebagai Grand Award.
Di samping mengapresiasi kinerja organisasi secara kolektif, EIA 2026 turut memberikan sorotan khusus kepada figur kepemimpinan melalui kategori Individu. Penghargaan bergengsi ini ditujukan bagi jajaran pimpinan puncak seperti CEO dan Komisaris, hingga jajaran manajerial spesifik, mulai dari Chief Sustainability Officer, Chief Financial Officer, Chief People Officer, Chief HSE Officer, Chief Risk Officer, dan pemimpin perempuan inspiratif melalui penghargaan Best ESG Women Leader.

Rangkaian Tahapan dan Akses Pendaftaran
Proses pendaftaran kepesertaan EIA 2026 telah dibuka secara resmi sejak 7 September. Seluruh kelengkapan materi dan dokumen penjurian dari para peserta yang telah mendaftar wajib diserahkan kepada penyelenggara paling lambat pada 6 November 2026.
Para kandidat kemudian akan memasuki tahap krusial berupa sesi presentasi dan tanya jawab eksklusif secara daring bersama Dewan Juri yang dijadwalkan pada 9 hingga 10 November 2026.
Rangkaian panjang ini akan ditutup secara meriah melalui perayaan Malam Puncak Penganugerahan (Awarding Night) serta sesi gala dinner dan networking yang dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2026 di Jakarta.
Farhan menambahkan bahwa seluruh peserta yang berpartisipasi dan lolos hingga tahap akhir penjurian tidak hanya berkesempatan meraih pengakuan kredibilitas publik maupun lencana kemenangan digital (digital badge), namun juga akan mendapatkan laporan evaluasi (assessment report) komprehensif dari Dewan Juri. Laporan penjurian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pijakan strategis dan bahan evaluasi internal korporasi dalam menyempurnakan strategi keberlanjutan mereka ke depannya.
Bagi korporasi maupun profesional yang siap membuktikan komitmen dan capaian nyata inisiatif keberlanjutannya, pendaftaran dan informasi lebih lanjut mengenai tata cara kepesertaan ESG Initiative Awards 2026 dapat diakses secara langsung melalui tautan resmi penyelenggara di: https://www.sustainlifetoday.com/eia2026/
