Tekan Emisi Sektor Maritim, PT PAL dan BRIN Pelopori Teknologi Pendorong Energi Bersih
Jakarta, sustainlifetoday.com – Integrasi teknologi berbasis energi bersih kini mulai merambah ekosistem pertahanan kemaritiman nasional. Guna memperkuat kemandirian alutsista sekaligus mendorong dekarbonisasi sektor maritim, PT PAL Indonesia (Persero) berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam meriset dan mengembangkan sistem pendorong (propulsion system) berbasis energi bersih untuk kapal perang KRI Sriwijaya-100.
Kemitraan strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia di Surabaya, Selasa (3/11/2026). Kerja sama ini membuka ruang komprehensif bagi alih teknologi dan pemanfaatan inovasi di sektor industri maritim, energi, serta industri proses.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga riset dan industri manufaktur agar hasil penelitian ilmiah dapat ditransformasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan operasional kapal nasional.
“Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri,” katanya di Surabaya, Selasa (3/11).
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Dalam kolaborasi ini, penataan riset sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100 ditempatkan sebagai fokus prioritas. Langkah ini menjadi bagian penting dari pengembangan teknologi propulsi dan energi tingkat lanjut dengan mengoptimalkan kapabilitas para peneliti dalam negeri.
Diana menjelaskan bahwa penguasaan riset teknologi pendorong sangat krusial bagi kemajuan industri galangan kapal nasional. Penguasaan kapasitas ini akan menopang keahlian teknis dalam merancang, merekayasa, hingga mengintegrasikan berbagai sistem kapal secara mandiri, sekaligus menekan ketergantungan terhadap rantai pasok teknologi luar negeri.
“Pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri,” ujarnya.
Melalui kemitraan berkelanjutan ini, PT PAL dan BRIN berkomitmen mempercepat komersialisasi serta penerapan hasil riset dari laboratorium ke skala industri operasional. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menciptakan teknologi strategis ramah lingkungan bagi alutsista nasional, melainkan juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang perkapalan yang berdaya saing global.
BACA JUGA
