Dari Limbah Blacu hingga Sertifikasi Halal, 3 UMKM Binaan Pertamina Perluas Akses Pasar
Jakarta, sustainlifetoday.com – Akselerasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya terbukti meningkatkan pendapatan para pemilik usaha, tetapi juga menjadi katalisator penciptaan lapangan kerja dan pemulihan ekonomi masyarakat sekitar. Melalui program pembinaan berkelanjutan yang dijalankan PT Pertamina (Persero), sejumlah pelaku UMKM lokal berhasil meningkatkan daya saing produk, memperluas rantai pasok, hingga menggerakkan perajin serta komunitas daerah dari Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.
Dukungan yang mencakup permodalan, pelatihan teknis, pendampingan regulasi, dan pembukaan akses pasar internasional ini dirancang untuk menciptakan dampak ekonomi yang inklusif sekaligus memperkuat ekosistem usaha berbasis kearifan lokal.
Salah satu rekam jejak pemberdayaan ini terlihat pada perjalanan Citra Blacu, usaha kerajinan asal Jawa Tengah yang dirintis Retno sejak 2004. Berawal dari pemanfaatan kain blacu sederhana, Retno mengarahkan usahanya pada aspek keberlanjutan dengan mengolah limbah kain menjadi berbagai produk fesyen, dekorasi rumah, serta suvenir.
Melalui dukungan kemitraan Pertamina, Retno membangun fasilitas workshop mandiri yang kini dimanfaatkan pula sebagai pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat dan pelajar lokal.
“Dari pinjaman itu saya bisa membangun workshop sendiri. Di sana juga bisa digunakan untuk pelatihan, bahkan pernah sampai 40 siswa ikut belajar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Strategi pendampingan Pertamina juga mendorong inovasi pasar domestik, sebagaimana dialami Artistica Jewelry asal Surabaya. Meski telah mengekspor produk perhiasan perak ke lebih dari 10 negara, sang pemilik, Stefanus, sempat menemui hambatan saat menembus pasar lokal.
Lewat pendampingan Pertamina, perusahaan ini menangkap peluang perhiasan cincin pernikahan perak bagi konsumen Muslim dan menjadi produsen perhiasan pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Berkat bimbingan Pertamina, kami berani masuk ke pasar wedding ring dan mengurus sertifikasi halal. Itu menjadi salah satu cara kami membangun kepercayaan konsumen di Indonesia,” kata Stefanus.
Sementara itu di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pembinaan Pertamina membantu memulihkan Lombok Mulya Craft milik Mulyadi yang sempat terdampak penurunan aktivitas pariwisata akibat pandemi. Bergabung sebagai binaan pada 2021, usaha kerajinan mutiara ini dipercaya menyediakan suvenir resmi ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika.
Penugasan tersebut mengaktifkan kembali rantai produksi yang melibatkan para perajin dan peternak mutiara lokal yang sebelumnya kehilangan pekerjaan.
“Pesanan itu membuat kami kembali berproduksi. Dampaknya tidak hanya untuk usaha kami, tetapi juga bagi para perajin yang terlibat,” imbuh Mulyadi.
BACA JUGA
- Sebut Tata Kelola Hutan Amburadul, Ombudsman Desak Audit Berkala Pemegang Izin Lahan
- Dorong Green Mining di Kaltim, SUN Bangun PLTS Apung 80 MW dan Integrasi 1000 EV
- Elnusa Petrofin Dampingi Faskes Hadapi Risiko Gangguan Pernapasan di Kalsel
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa penanganan keterbatasan akses pasar menjadi fokus utama perseroan dalam mendampingi UMKM naik kelas. Pertamina secara konsisten mengikutsertakan para pelaku usaha dalam ajang pameran dan jaringan promosi strategis.
“Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” tuturnya.
Kisah keberhasilan Citra Blacu, Artistica Jewelry, dan Lombok Mulya Craft memperlihatkan bahwa peningkatan kapasitas UMKM yang terencana mampu memberikan multiplier effect bagi kesejahteraan sosial, penyerapan tenaga kerja, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
