Integrasikan ESG dan Manajemen Risiko, PT PIS Perkuat Tata Kelola Keberlanjutan
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) secara komprehensif memaparkan pencapaian dan strategi keberlanjutan perusahaan dalam sesi penjurian ESG Initiative Awards (EIA) 2026 pada Rabu (4/11/2026). Presentasi tersebut dibawakan langsung oleh Senior Analyst Sustainability Governance and Reporting PT PIS, Gene Adhiyasa, di hadapan dewan juri yang terdiri dari Chairman of the Sustainability & Climate Change Committee Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Herry Putranto, Mantan Ketua Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG) Dr. Mas Achmad Daniri, serta jurnalis senior di bidang sustainability Hasanuddin. Sesi ini turut dimoderatori oleh Pemimpin Redaksi SustainLife Today, Ahmad Faqih Zuhair.
Dalam presentasinya, Gene merangkum tiga pilar utama yang menjadi motor penggerak inisiatif ESG perusahaan. Pada aspek tata kelola dan manajemen risiko, PIS telah mengintegrasikan ESG ke dalam struktur perusahaannya melalui pembentukan Sustainability Committee dan penerapan Enterprise Risk Management (ERM) yang komprehensif. Perusahaan juga menegaskan prinsip nihil toleransi terhadap kecurangan dan korupsi, yang dibuktikan dengan dipertahankannya sertifikasi ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti-Suap.

Pada pilar kepemimpinan (Chief Sustainability Officer), strategi PIS yang didorong oleh Direktur Manajemen Risiko Eka Suhendra telah menelurkan hasil yang terukur. PIS merealisasikan anggaran inisiatif keberlanjutan (Sustainability Budget Tagging) sebesar USD 441,39 juta pada tahun 2025. Fokus pembiayaan pada kesehatan, inklusivitas, dan transisi iklim ini sukses memangkas emisi karbon perusahaan hingga 116.761 ton setara CO2 (tCO2e) sepanjang tahun 2025.
Capaian operasional tersebut diimbangi dengan standar transparansi yang ketat. Laporan Keberlanjutan PIS tahun 2025 telah disusun berdasarkan standar pelaporan global maupun nasional seperti GRI 2021, SASB, dan POJK 51, serta mulai mengadopsi standar IFRS S1 dan S2. Untuk menjamin kredibilitas dan akurasi data, laporan ini juga telah melalui proses external assurance oleh auditor independen PT Moores Rowland Indonesia pada cakupan dekarbonisasi, keanekaragaman hayati, K3, serta etika dan integritas.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Usai sesi penjurian, Gene mengapresiasi dialog mendalam bersama panel juri EIA 2026.
“Proses penjurian ini memberikan feedback yang menjadi masukan strategis bagi operasional keberlanjutan kami untuk bisa lebih improve,” ujar Gene kepada SustainLife Today.
Gene juga menyebut agar inisiatif ESG tidak berhenti di tahap pelaporan, PIS akan terus melakukan evaluasi dari laporan-laporan tersebut.
“Tujuannya untuk memastikan bagaimana inisiatif ini bisa memberikan dampak nyata bagi sisi lingkungan, sosial, maupun governance. Kami selalu melakukan penilaian tidak hanya dari sisi internal, tetapi juga dari eksternal. Dengan begitu, kami bisa mengetahui secara pasti dampak apa yang diterima dan dirasakan langsung oleh stakeholder,” jelas Gene.
Sebagai informasi, memasuki penyelenggaraan tahun ketiga sejak perdana digelar pada 2024 dan dilanjutkan pada 2025, ajang ESG Initiative Awards 2026 mengusung tema “Beyond Reporting Toward Measurable Outcomes”. Tema ini secara khusus diangkat guna mengevaluasi sekaligus mengapresiasi capaian Environmental, Social, and Governance (ESG) korporasi serta individu profesional secara independen yang sepenuhnya berbasis data dan hasil terukur.
BACA JUGA
