Dorong Ekonomi Biru, KKP Pacu Program Minapadi dan Mini RAS pada 2026
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan program budi daya ikan darat tematik melalui skema minapadi mampu menyerap hingga 250 ribu tenaga kerja di berbagai daerah. Sistem budi daya terintegrasi yang menggabungkan penanaman padi dan pemeliharaan ikan secara bersamaan dalam satu hamparan sawah ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis kawasan seluas minimal 5 hektare per klaster.
Langkah ini ditempuh KKP sebagai salah satu program prioritas untuk mengoptimalkan ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong penerapan prinsip ekonomi biru (blue economy). Integrasi minapadi dinilai menciptakan efisiensi penggunaan sumber daya, di mana limbah organik ikan dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman padi, sementara ekosistem sawah menyediakan pakan alami bagi ikan.
Perencana Ahli Madya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Muhammad Rifqi, menjelaskan bahwa keunggulan utama dari model perikanan darat terpadu ini terletak pada efisiensi biaya input produksi pupuk dan pakan.
“Minapadi ini adalah salah satu model usaha yang relate dengan ekonomi biru. Karena apa? Karena efisien penggunaan sumber daya, bagaimana padi dengan ikan itu saling bersinergi sehingga banyak sekali efisiensi,” ujarnya di kantor KKP, Jakarta, Selasa (3/10/2026).
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Selain penghematan biaya operasional, sejumlah hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem minapadi berpotensi menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dibandingkan dengan pola budi daya padi atau pemeliharaan ikan secara terpisah. Penataan skala kawasan minimal 5 hektare ini ditujukan agar pengelolaan budi daya memiliki dampak ekonomi yang lebih luas bagi komunitas petani dan pembudidaya.
Rifqi menegaskan bahwa pendekatan kawasan menjadi pembeda utama program minapadi periode ini dalam menyerap potensi tenaga kerja lokal secara signifikan.
“Untuk budidaya minapadi darat, minapadi ini diperkirakan 250 ribu orang akan terlibat disana karena model kawasan minapadi yang kita kembangkan berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya karena berbasis kawasan, minimal satu kawasan itu 5 hektare,” jelasnya.
BACA JUGA
- Pulihkan Ekosistem dan Resapan Air, PNM Tanam 5.850 Bibit Pohon Endemik di Tujuh Wilayah
- Luas Karhutla Papua Selatan Menyusut 56 Persen, BNPB Terus Pacu Modifikasi Cuaca
- KPK Temukan Risiko Proyek Energi, Minta Perpres PLTS 100 GWp Segera Disahkan
Pengembangan model minapadi berbasis kawasan ini mulai direalisasikan pada 2026 sebagai pilar transformasi perikanan budi daya darat nasional. Di samping minapadi, KKP turut mengaselerasi penerapan teknologi Mini Recirculating Aquaculture System (Mini RAS) yang ditargetkan mampu menjangkau hingga 40 ribu lokasi pada 2029.
Melalui integrasi minapadi dan modernisasi infrastruktur budi daya darat, pemerintah berupaya menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, efisien, serta ramah lingkungan secara berkelanjutan.
