Topang Ketahanan Energi, Pertamina Patra Niaga Integrasikan Diversifikasi Pasokan dan Prinsip Keberlanjutan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Ditengah dinamika geopolitik global yang terus bergejolak, pemenuhan dan jaminan ketahanan energi nasional menjadi krusial untuk menopang stabilitas ekonomi serta aktivitas masyarakat. Merespons tantangan tersebut, PT Pertamina Patra Niaga memperkokoh langkah strategis melalui penguatan pasokan minyak mentah, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan LPG, sekaligus menata ulang rantai pasok terintegrasi dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Langkah mitigasi ini ditempuh melalui diversifikasi sumber pengadaan komoditas energi serta perluasan kerja sama strategis dengan mitra mancanegara. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas operasional perusahaan dalam menghadapi fluktuasi harga dan dinamika rantai pasok global, sekaligus memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga secara konsisten.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa keandalan pasokan serta kelangsungan pelayanan energi bagi seluruh lapisan masyarakat merupakan prioritas utama dalam ekosistem operasional perseroan.
“Kami terus melakukan berbagai langkah penguatan, baik dari sisi pasokan maupun operasional, untuk mengantisipasi berbagai tantangan dan menjaga keberlangsungan layanan energi kepada masyarakat. Setiap langkah mitigasi dilakukan secara terukur dengan mengedepankan keselamatan, tata kelola yang baik, dan keandalan operasional,” ujar Mars Ega.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Keandalan pasokan energi nasional tersebut ditopang oleh jangkauan infrastruktur distribusi yang masif dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Jaringan logistik perseroan saat ini didukung oleh 125 Fuel Terminal (FT) dan Integrated Terminal (IT), 72 Aviation Fuel Terminal (AFT), 40 Terminal LPG (TLPG), serta fasilitas penyimpanan terapung yang terdiri dari 8 Floating Storage Fuel dan 3 Floating Storage LPG.
Infrastruktur terintegrasi ini menjadi tulang punggung penyaluran energi hingga ke kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang memiliki rintangan geografis serta keterbatasan akses transportasi. Di samping kesiapan fasilitas fisik, penguatan operasional diimbangi dengan koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan guna memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan lancar, terukur, dan tepat sasaran.
Selain menjamin ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga sesuai regulasi, Pertamina Patra Niaga mengintegrasikan aspek keberlanjutan (sustainability) dalam setiap rantai nilai penyediaan energi nasional. Perseroan menegaskan bahwa pengelolaan energi nasional tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek, melainkan juga memperhatikan ketahanan jangka panjang.
“Bagi kami, Availability, Accessibility, Acceptability, Affordability, dan Sustainability merupakan prinsip utama dalam penyediaan layanan energi.”
Mars Ega menambahkan bahwa penerapan pilar keberlanjutan dan keandalan operasional ini menjadi pijakan dasar bagi perseroan untuk terus melakukan langkah-langkah adaptif di lapangan.
“Ini adalah komitmen perusahaan yang terus kami jaga melalui penguatan pasokan, peningkatan kesiapan operasional, dan optimalisasi pelayanan di lapangan. Kami akan terus melakukan langkah-langkah antisipatif agar layanan energi kepada masyarakat tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Mars Ega menambahkan.
BACA JUGA
