Sukses Kumpulkan 31 Ribu Liter Minyak Jelantah, Pemprov Jateng Raih Rekor MURI
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pengelolaan limbah rumah tangga berbasis ekonomi sirkular terus didorong sebagai solusi mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah finansial bagi masyarakat. Mengakselerasi komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil mengumpulkan sebanyak 31.032,44 liter minyak goreng bekas (jelantah) dari 60.680 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Gerakan pengumpulan limbah cair ini mencatatkan nilai ekonomi mencapai Rp217,23 juta dan mengantarkan Pemprov Jawa Tengah mengamankan penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penyerahan piagam dilakukan oleh Senior Representative MURI Wilayah Semarang dan Jawa Tengah, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Taj Yasin menyampaikan bahwa gerakan pengumpulan minyak jelantah ditujukan untuk menekan potensi limbah yang mencemari lingkungan sekaligus membangun kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah bekas pakai secara terstruktur.
Keberhasilan gerakan yang menjangkau 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah ini didukung oleh keterlibatan jejaring Posyandu. Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menjelaskan bahwa pelaksanaan program mengandalkan peran aktif kader PKK dan Posyandu dalam memberikan edukasi pemilahan limbah hingga ke tingkat keluarga.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Proses pengumpulan, penjemputan, pencatatan digital, hingga pengelolaan rantai pasok minyak jelantah tersebut didukung oleh PT Biosirkular Inovasi Indonesia sebagai mitra pengolahan sirkular.
CEO Biosirkular, Dicka Dwi Candra, mengapresiasi kolaborasi lintas entitas ini dan menegaskan bahwa penghargaan MURI merupakan langkah awal dalam membangun sistem rantai pasok pengelolaan limbah minyak jelantah yang berkelanjutan.
“Rekor MURI ini adalah titik awal, bukan garis akhir. Lebih dari 31 ribu liter minyak jelantah yang terkumpul membuktikan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap limbah ternyata memiliki nilai ketika dikelola bersama. Tantangan berikutnya adalah bagaimana gerakan ini terus tumbuh, menjadi kebiasaan masyarakat, dan menciptakan manfaat ekonomi serta lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Dicka berdasarkan siaran pers, Selasa (3/11/2026).
Guna menjaga konsistensi partisipasi publik dan memperluas aksesibilitas pengumpulan, Biosirkular turut menghadirkan inovasi BioDrop. Mesin ini berfungsi sebagai ATM minyak jelantah yang memfasilitasi masyarakat untuk menyetorkan minyak bekas pakai secara mandiri sekaligus memperoleh pencatatan nilai ekonomis secara digital.
BACA JUGA
