Ojol Demo Besar-besaran Minta THR, Ini Respons Menaker
Jakarta, sustainlifetoday.com – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) menggelar demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada Senin, 17 Februari 2025. Mereka menuntut agar pemerintah dan perusahaan penyedia aplikasi memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi para pengemudi ojol.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli merespons tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa pihaknya akan mencari solusi terbaik bagi para pengemudi ojol. Menaker mengaku telah beberapa kali berdiskusi dengan perwakilan ojol serta dua kali bertemu dengan pihak pengusaha untuk membahas kemungkinan pemberian THR.
“Sebenarnya terkait dengan THR kemarin, pengusaha sudah memahami aspirasi para pengemudi dan tengah mencari formula terbaik. Itu yang sedang kita tunggu,” ujar Yassierli di Istana Negara, Senin (17/2).
Ia menambahkan bahwa saat ini masih dibahas mengenai besaran THR serta mekanisme penyalurannya agar dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, baik pengemudi maupun perusahaan penyedia aplikasi.
Baca Juga:
- KAI Luncurkan Kartu Disabilitas, Begini Cara Daftarnya
- Indonesia Duduki Peringkat 99 dalam Indeks Persepsi Korupsi 2024
- Menperin Sebut Indonesia Bakal Garap Mobil Nasional Baru
“Kami berharap formula penyaluran THR ini bisa segera dirampungkan. Masalah keuangan tentu membutuhkan simulasi dan perhitungan yang matang. Kami menunggu finalisasi dengan pengusaha dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Selain itu, Yassierli juga berharap agar aksi demonstrasi yang digelar oleh para pengemudi ojol dapat berjalan dengan kondusif. Ia berjanji akan menemui para demonstran seusai rapat yang sedang berlangsung.
“Nanti setelah rapat, saya akan menemui mereka untuk mendengar langsung aspirasi yang disampaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, para pengemudi ojol berharap agar pemerintah dan penyedia jasa aplikasi segera mengakomodasi tuntutan mereka. Mereka menegaskan bahwa sebagai pekerja di sektor transportasi daring, mereka juga berhak mendapatkan tunjangan yang layak, terutama menjelang hari raya.
