Kesehatan Satwa Kebun Binatang Bandung Dipastikan Stabil Pasca Pemeriksaan Lanjutan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Bandung memastikan kondisi kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung tetap terjaga setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah satwa prioritas, termasuk macan tutul dan gajah.
Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif melalui uji darah, rapid test virus, ultrasonografi, X-ray, serta pemeriksaan bakteriologi guna memastikan kondisi organ dan potensi infeksi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi satwa dalam keadaan baik.
“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap macan tutul dan gajah sebagai satwa prioritas di eks Kebun Binatang Bandung,” ujar Gin Gin Ginanjar dilansir laman Pemerintah Kabupaten Jawa Barat, Jumat (17/4).
Pada macan tutul, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan yang stabil. Rapid test virus dinyatakan negatif, sementara fungsi organ terpantau baik berdasarkan hasil ultrasonografi dan X-ray, meski ditemukan adanya penumpukan lemak subkutan.
BACA JUGA
- PBN dan Kementerian Kebudayaan Soroti Pentingnya Mitigasi Cagar Budaya yang Berkelanjutan
- Ilmuwan China Kembangkan Tanaman Bercahaya, Alternatif Pencahayaan Ramah Lingkungan
- Selain Sawit, Kemiri Sunan Jadi Kandidat Baru Biodiesel Nasional
“Hasil pemeriksaan menunjukkan macan tutul dalam kondisi sehat, rapid test virus negatif dan organ dalam terpantau baik berdasarkan ultrasonografi dan X-ray,” ujar Gin Gin Ginanjar.
Sementara itu, pemeriksaan pada gajah tidak menemukan adanya infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang sebelumnya mengalami retak.
“Untuk gajah, tidak ditemukan infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang retak,” ujar Gin Gin Ginanjar.
Seluruh sampel hasil pemeriksaan telah dikirim ke Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Jawa Barat untuk dilakukan pengujian lanjutan.
“Hasil pengujian lanjutan di Balai Keswan Kesmavet Jawa Barat akan menjadi acuan dalam menyusun rencana penanganan kesehatan satwa selanjutnya,” ujar Gin Gin Ginanjar.
