Pemprov DKI Genjot Pengoperasian TPS 3R untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) serta menggandeng pihak swasta guna menekan volume residu buangan di TPST Bantargebang, Bekasi.
Strategi penanganan sampah di tingkat sumber ini dilakukan beriringan dengan persiapan penghentian sistem penumpukan terbuka (open dumping).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk memfokuskan kembali kebijakan pengelolaan limbah melalui fasilitas TPS 3R yang tersebar di lingkungan masyarakat.
“Yang pertama, untuk Bantargebang, kemarin kami sudah rapat dan kami sudah mempersiapkan untuk itu. Dan memang sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta betul-betul untuk TPS 3R-nya itu dihidupkan kembali,” kata Pramono di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Guna mendukung operasional tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mengalokasikan investasi untuk pengadaan peralatan pengolahan sampah modern dan membuka skema kerja sama lintas sektor.
“Kami investasi beberapa peralatan dan kerja sama juga dengan swasta untuk yang dulu tidak di-manage dengan baik, sekarang akan menjadi, supaya sebelum ke Bantargebang itu sudah selesai di TPS 3R-nya,” ujarnya.
BACA JUGA
- Dishub Denpasar Pelajari Kebijakan Kawasan Rendah Emisi di Kota Tua Jakarta
- Karyawan TASPEN Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan Demi Reduksi Emisi
- Muhammadiyah Dorong Penyelamatan Lingkungan Jadi Standar Baru Keberhasilan Dakwah
Pramono menargetkan maksimalisasi fasilitas pengolahan ini dapat memangkas secara signifikan tonase sampah akhir yang selama ini membebani kapasitas tampung Bantargebang.
“Mudah-mudahan dengan ini, residu yang akan tetap dikirim ke Bantargebang itu akan berkurang banyak,” ucapnya.
Secara paralel, Pemprov DKI Jakarta telah memulai transisi penghentian praktik open dumping di TPST Bantargebang. Tahap awal eksekusi dilakukan dengan menutup dua zona pembuangan aktif untuk beralih ke sistem lahan urug terkendali (controlled landfill) yang mulai berjalan sejak Jumat (17/7).
Sebagai tindak lanjut teknis, Tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) langsung memasang media penutup di area atas Zona 2 TPST Bantargebang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan bahwa penutupan zona aktif tersebut memiliki dampak langsung terhadap mitigasi risiko lingkungan di sekitar lokasi pembuangan.
“Pemasangan media penutup merupakan langkah nyata untuk mengurangi bau, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan terbentuknya air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah,” kata Dudi dalam keterangannya, Senin (20/7).
