Bahlil Klaim Listrik Aceh Pulih 100% Siang Ini, Namun Kenyataan di Lapangan Berbeda
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Pemulihan sistem kelistrikan di Aceh terus dikebut setelah banjir dan longsor melumpuhkan infrastruktur energi di 18 kabupaten/kota. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa aliran listrik ditargetkan pulih sepenuhnya pada Senin (8/12) pukul 12.00 WIB sebagai bagian dari upaya pemulihan vital pascabencana.
“Untuk bisa full 100 persen itu besok siang terus besok malam,” kata Bahlil kepada wartawan kemarin, Minggu (7/12).
Bahlil juga menjelaskan bahwa sebagian wilayah terdampak parah sudah mulai kembali dialiri listrik. “Aceh Tengah menyala pukul 20.30 WIB, Bener Meriah pukul 20.45 WIB, Aceh Tamiang pukul 20.30 WIB, dan Gayo Lues,” ujarnya.
Namun, mengutip pantauan TheAcehPost.com, hingga Senin siang pukul 14.10 WIB masih terdapat wilayah yang gelap gulita, termasuk sebagian kawasan Kota Banda Aceh. Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam pemulihan energi di daerah rawan bencana.
Baca Juga:
- Kemenhut Temukan Indikasi Pelanggaran 12 Perusahaan Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatra
- Ini Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Sumatra Menurut Menteri Kehutanan
- PTPN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pangan Berkeadilan untuk Petani
Sebelumnya, sistem kelistrikan Aceh lumpuh total akibat banjir dan longsor yang dipicu cuaca ekstrem. Sedikitnya 12 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) PLN roboh, menunjukkan kerentanan infrastruktur energi terhadap bencana hidrometeorologi yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Pemulihan listrik menjadi prioritas tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk mempercepat penanganan darurat, distribusi bantuan, operasional fasilitas kesehatan, hingga keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Pemerintah diharapkan memperkuat ketahanan energi melalui desain infrastruktur yang lebih adaptif terhadap risiko iklim, sistem distribusi yang lebih terdesentralisasi, serta peningkatan kapasitas energi terbarukan di daerah rawan bencana.
Baca Juga:
