Pertamina NRE Jajaki Kelola Fasilitas Biodiesel 600 Ribu Ton dan Bioetanol 2G
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) mengakselerasi ekspansi portofolio energi terbarukan melalui penjajakan pengelolaan fasilitas produksi biodiesel berkapasitas 600.000 ton per tahun di Indragiri Hilir, Riau, serta riset pengembangan bioetanol generasi kedua (second-generation bioethanol/2G). Langkah strategis berbasis optimalisasi komoditas sawit dan tebu ini ditujukan untuk memperkuat diversifikasi serta ketahanan energi nasional.
Penjajakan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) di Riau direalisasikan melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) antara Pertamina NRE dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Melalui kesepakatan ini, kedua entitas akan melakukan studi kelayakan komprehensif yang mencakup pemetaan teknis, operasional, komersial, finansial, hingga aspek hukum guna menentukan struktur kerja sama revitalisasi dan pengembangan fasilitas.
Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan potensi bioenergi yang melimpah di dalam negeri.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar John dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).
Kerja sama ini menjadi bagian dari tiga agenda strategis Pertamina NRE dalam forum DTIIF 2026 bertema ‘Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth’. Pada kesempatan yang sama, Pertamina NRE merealisasikan pengumuman kembali Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan energi terbarukan bersama Agrinas Palma Nusantara yang disaksikan oleh Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit Puji Santosa.
BACA JUGA
- Sikapi Krisis Ekologis dan Sosial, 560 Pemuda Lintas Provinsi Deklarasikan Tuntutan untuk Presiden
- Ribuan Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Habitat Satwa, Geopix Gugat Komitmen RSPO
- Dorong Ekonomi Inklusif, Pertamina Boyong UMKM Keberlanjutan ke Forum Energi ASEAN
Di samping penguatan rantai pasok biodiesel kelapa sawit, Pertamina NRE memperluas pemanfaatan bahan baku melalui kerja sama riset dan pengembangan bioetanol 2G bersama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN). Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan MoU yang berfokus pada pemanfaatan produk samping (byproducts) dari kegiatan perkebunan dan pengolahan tebu.
Ruang lingkup kajian bersama ini meliputi pengujian ketersediaan bahan baku, keandalan teknologi, penguatan rantai pasok, hingga kelayakan ekonomi proyek sebelum melangkah ke tahap komersialisasi.
BACA JUGA
- SustainLife Today Kembali Gelar ESG Initiative Awards 2026, Sambut Efektivitas Regulasi Baru OJK
- OJK Perketat Aturan Pelaporan 2027, Korporasi Dituntut Buktikan Dampak ESG Terukur
- Tuntutan Transparansi Menguat, Kepemimpinan Korporasi Kini Diuji Lewat Dampak ESG Terukur
Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, Harsono Budi Santoso, menjelaskan bahwa integrasi dua inisiatif ini dirancang untuk memanfaatkan infrastruktur domestik yang telah tersedia secara optimal.
“Kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME, sementara kerja sama dengan SGN berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua. Kedua inisiatif ini akan ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan komersial untuk melihat potensi serta kelayakan kerja samanya,” kata Harsono.
Melalui kemitraan strategis di sektor perkebunan sawit dan pengolahan tebu, Pertamina NRE berupaya memaksimalkan potensi sumber daya energi domestik sekaligus mendorong percepatan transisi energi terbarukan di tanah air.
