UNESCO Soroti Pemikiran Kartini sebagai Kunci Pembangunan Inklusif
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Kantor Wakil Tetap Republik Indonesia (KWRI) untuk UNESCO bersama Delegasi Tetap Kerajaan Belanda untuk UNESCO menggelar acara bertajuk “Kartini Letters: A Spark in the Memory of the World” di Kantor Pusat UNESCO, Paris, dalam rangka memperingati Hari Kartini.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai delegasi negara yang memberikan apresiasi terhadap kontribusi Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan gender.
Melalui surat-suratnya, Kartini dinilai tidak hanya merekam refleksi personal, tetapi juga menyuarakan gagasan tentang keadilan, pendidikan, dan emansipasi perempuan yang melampaui zamannya.
Duta Besar RI sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar, dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa Kartini merupakan sosok visioner dengan gagasan yang masih relevan hingga kini.
“Kartini percaya bahwa pendidikan adalah fondasi emansipasi,” ujar Oemar dalam siaran pers yang diterima, Selasa (21/4).
“Melalui pemikirannya, ia menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang keadilan sosial, tetapi juga kunci pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai dan pemikiran Kartini tidak hanya menjadi warisan Indonesia, tetapi juga memberikan inspirasi bagi masyarakat global.
BACA JUGA
- Kesehatan Satwa Kebun Binatang Bandung Dipastikan Stabil Pasca Pemeriksaan Lanjutan
- Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla di Tengah Lonjakan Titik Panas
- Sederet Kasus Pelecehan di Lingkungan Pendidikan, Sistem Perlindungan Dipertanyakan
Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Belanda untuk UNESCO, Monique van Daalen, menyampaikan bahwa surat-surat Kartini mencerminkan pandangan progresif mengenai peran perempuan, dengan penekanan pada kesetaraan gender dan akses pendidikan.
Menurutnya, isu yang diangkat Kartini tetap relevan hingga saat ini, termasuk dalam lingkup kerja UNESCO.
Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Belanda dalam penyelenggaraan acara ini mencerminkan hubungan bilateral yang erat serta memperkuat kerja sama kedua negara di tingkat internasional.
