BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Sepekan, Hujan Lebat Berpotensi Meluas
Jakarta, sustainlifetoday.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dipengaruhi kombinasi fenomena atmosfer skala global, regional, dan lokal.
“Cuaca di Indonesia sampai 5 Maret 2026 umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ungkap Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, dalam keterangannya, Jumat (27/2).
Pada skala global, La Nina lemah masih terdeteksi dan berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan, terutama di Indonesia bagian timur. Sementara itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) diperkirakan terus memengaruhi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan, yang turut mendorong pembentukan awan hujan.
Andri menjelaskan, kombinasi MJO dengan gelombang Rossby ekuator, gelombang Kelvin, serta gelombang frekuensi rendah diprakirakan aktif di Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Kalimantan. Aktivitas serupa juga terpantau di Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian besar Papua.
BACA JUGA:
- Menaker: THR Buruh Wajib Dibayar H-7 Sebelum Lebaran
- KLH Bekukan 80 Persetujuan Lingkungan Tambang Batu Bara dan Nikel di 14 Provinsi
- Kemenaker Pastikan Pengemudi Ojol Kembali Terima Bonus Hari Raya 2026
“Yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut,” tutur Andri.
Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Lampung dan di Samudera Pasifik timur laut Papua Nugini. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Samudera Hindia barat daya Banten dan di Samudera Pasifik timur laut Papua.
Sebelumnya, BMKG mencatat kejadian cuaca ekstrem pada 23–26 Februari 2026 di sejumlah wilayah. Hujan ekstrem terjadi di Bali dengan intensitas mencapai 216,9 milimeter (mm) per hari, sementara hujan sangat lebat tercatat di Sulawesi Selatan sebesar 146,5 mm per hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, serta gangguan aktivitas di sejumlah daerah.
