Susi Pudjiastuti: Kerusakan Lingkungan Picu Cuaca Ekstrem dan Bencana
Jakarta, sustainlifetoday.com — Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyoroti kerusakan lingkungan yang dinilainya semakin mengkhawatirkan dan berdampak langsung pada meningkatnya frekuensi bencana alam.
Melalui akun X pribadinya, Susi menyampaikan keprihatinannya atas rusaknya gulma, hutan, serta bebatuan karst yang merupakan bagian penting dari ekosistem. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menanggapi video mobil yang hanyut terbawa arus sungai di Kedungsari, Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang tengah dilanda banjir bandang.
“Gulma, hutan, bebatuan karst semua bagian dari lingkungan yang telah rusak ( manusia, kita yang merusaknya ) menjadikan perubahan cuaca menjadikan lebih ekstrim dan bencanapun datang melawan kita,” jelas Susi dikutip Senin (12/1).
Menurut Susi, kerusakan lingkungan yang terus terjadi akibat aktivitas manusia telah memicu perubahan cuaca yang semakin ekstrem, sehingga risiko bencana pun meningkat dan berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Baca Juga:
- Tiongkok Krisis Air Akibat Terlalu Gencar Lakukan Penghijauan, Kok Bisa?
- Studi: Setiap Detik, Bumi Kehilangan Air Tawar Setara 4 Kolam Olimpiade
- Pemerintah Tetapkan Perairan Wetar Barat Sebagai Kawasan Konservasi Laut
Atas kondisi tersebut, Susi menyerukan perlunya langkah tegas untuk memperbaiki lingkungan, termasuk dengan menghentikan kegiatan usaha yang mengatasnamakan investasi dan pertumbuhan ekonomi, namun justru merusak alam.
“Saatnya perbaiki lingkungan, stop kegiatan usaha atas nama investasi dan pertumbuhan ekonomi. Kita mau kita bisa,” pungkasnya.
