Pekalongan Gandeng Kedubes Belanda Dorong Inovasi Batik Ramah Lingkungan
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda meluncurkan program “Green Batik Design Challenge” sebagai upaya mendorong inovasi, kreativitas, dan praktik berkelanjutan dalam industri batik.
Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab mengatakan, inisiatif ini menjadi langkah konkret memperkuat posisi Pekalongan sebagai Kota Kreatif Dunia untuk kategori Crafts and Folk Art yang telah diakui UNESCO.
“Program ini tidak hanya menonjolkan keindahan estetika batik tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dalam proses produksinya,”
kata Balgis dikutip, Rabu (8/10).
Ia menegaskan, melalui program ini para pembatik diharapkan dapat berinovasi tanpa batas, sambil tetap memegang prinsip ramah lingkungan dalam proses pewarnaan dan produksi.
“Harapannya, karya-karya ini bisa menjadi jendela dunia bagi ekonomi kreatif daerah untuk membuktikan bahwa dari sehelai batik, kita bisa membuka peluang yang begitu luas,” ujar Balgis.
Baca Juga:
- Imbas Temuan Radioaktif, FDA Berlakukan Aturan Impor Ketat untuk Produk Indonesia
- DPR Desak Pemerintah Percepat Realisasi Teknologi Waste-to-Energy
- Usai HUT TNI ke-80, DLH DKI Angkut 126 Ton Sampah dari Kawasan Monas
Program Green Batik Design Challenge juga membuka kesempatan bagi karya terbaik untuk dipamerkan di Museum Erasmus Huis Jakarta, pusat kebudayaan Belanda yang kerap menampilkan karya seni berkualitas tinggi.
“Selain itu, hasil karya pemenang juga akan dijadikan merchandise khususnya bagi para pengunjung dan wisatawan yang datang ke Museum Erasmus Huis,” tambahnya.
Lebih lanjut, Balgis menilai bahwa kolaborasi lintas negara ini bukan hanya mempererat hubungan budaya antara Indonesia dan Belanda, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pembatik lokal.
“Kami berharap inisiatif ini dapat memperkuat hubungan budaya antara kedua negara dan membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri batik di tingkat lokal. Tentu ini tidak mudah untuk bisa menampilkan karya di Museum Erasmus Huis. Oleh karena itu, kesempatan ini merupakan bentuk apresiasi luar biasa terhadap kreativitas para pembatik Pekalongan,” jelasnya.
