DPR Desak Pemerintah Percepat Realisasi Teknologi Waste-to-Energy
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin, menyoroti pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) terkait target waktu dua tahun untuk mewujudkan solusi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Menurutnya, jangka waktu tersebut terlalu lama mengingat teknologi yang dibutuhkan sudah tersedia secara luas.
“Kalau sampai dua tahun itu kelamaan. Teknologi pengolahan sampah modern menjadi energi saat ini sudah banyak tersedia. Jadi saya rasa tinggal komitmen pemerintah saja kapan mau merealisasikannya,” tegas Syafruddin di Jakarta, Senin (6/10).
Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menambahkan bahwa pemerintah seharusnya mampu mempercepat implementasi solusi ini karena secara teknis dan teknologi bukan lagi menjadi kendala.
“Sebulan saja saya yakin bisa kok, asal pak Zulhas mau,” lanjutnya.
Syafruddin menilai bahwa persoalan sampah telah menjadi isu darurat nasional yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, menurutnya, percepatan program waste-to-energy bukan sekadar solusi teknis, tetapi juga bagian dari kebijakan ketahanan energi dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam wacana dan perdebatan birokrasi yang berlarut-larut.
Baca Juga:
- BNPB: Musim Hujan 2025/2026 Datang Lebih Awal dan Berdurasi Panjang
- Respon Sikap SPBU Swasta, Pertamina: Campuran Etanol di BBM Bantu Kurangi Emisi
- DLH DKI Kerahkan 2.100 Petugas Kebersihan untuk Kawal HUT ke-80 TNI
“Yang dibutuhkan rakyat adalah langkah nyata, bukan janji-janji. Potensi sampah kita besar, jika dikelola dengan benar justru bisa menjadi sumber energi alternatif yang bermanfaat,” tutup Syafruddin.
Sebelumnya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjabarkan solusi pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di Indonesia. Ia menjanjikan permasalahan tersebut dapat rampung dalam waktu dua tahun.
“Sampah kita 42 persen dari sisa makanan tentu ini harus kita selesaikan. Ada beberapa cara penyelesaiannya, kita akan selesaikan dalam dua tahun. Yang besar, 1.000 ton satu hari kita akan selesaikan melalui waste to energy, melalui insinerator. Jadi sampah yang berbahaya yang bisa bawa penyakit tapi kita ubah jadi bermanfaat jadi energi listrik,” kata Zulhas dalam wawancara program Jejak Pradana bersama detikcom, Senin (6/10).
