Menag: Orang yang Mengaku Beriman Tidak Mungkin Merusak Lingkungan
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keimanan seseorang tidak dapat dipisahkan dari sikapnya terhadap lingkungan. Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab moral dalam menjaga alam merupakan bagian penting dari praktik keberagamaan.
Nasaruddin menyoroti bahwa perilaku merusak alam, mulai dari membakar hutan hingga membuang sampah sembarangan bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga bentuk pengingkaran terhadap amanah sebagai penjaga bumi.
“Tidak mungkin seseorang mengaku beriman secara utuh jika masih merusak lingkungan,” ujar Nasaruddin, dalam keterangannya dikutip Senin (8/12).
Ia juga menambahkan bahwa konsep ekoteologi telah lama digagas, dan relevansinya semakin kuat seiring meningkatnya krisis ekologis di berbagai daerah.
Baca Juga:
- Pemerintah akan Hapus Kredit Macet UMKM Terdampak Bencana di Sumatra
- Ini Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Sumatra Menurut Menteri Kehutanan
- PTPN Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pangan Berkeadilan untuk Petani
Menurutnya, kerukunan antarumat beragama juga tidak dapat berdiri kokoh jika lingkungan yang menjadi ruang hidup bersama justru mengalami kerusakan.
“Ketika alam terganggu, stabilitas sosial, kenyamanan beribadah, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdampak,” jelasnya.
Baca Juga:
