Kemenpar dan KLH Dorong Pengelolaan Lingkungan di Sektor Pariwisata
Jakarta, sustainlifetoday.com — Kementerian Pariwisata dan Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat sinergi lintas kementerian untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di sektor pariwisata nasional. Penguatan kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama di Jakarta, Senin (22/12).
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa dan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani.
“Perjanjian kerja sama ini akan memperkuat sinergi antar-kementerian, sehingga mampu meningkatkan daya saing pariwisata nasional sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” kata Rizki sebagaimana dikutip dalam keterangan pers kementerian pada Selasa (23/12).
Rizki menegaskan, aspek keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup menjadi elemen kunci dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia. Karena itu, Kementerian Pariwisata menggandeng KLH untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha pariwisata dalam upaya pengelolaan lingkungan.
Dalam implementasinya, kedua kementerian menyiapkan program pendampingan bagi pelaku usaha pariwisata guna meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Tim kerja bersama akan dibentuk untuk menyesuaikan kriteria penilaian kinerja perusahaan, menyusun pedoman dan petunjuk teknis, serta melaksanakan bimbingan dan pendampingan pengelolaan lingkungan.
Baca Juga:
- BPKH Luncurkan Wakaf Pohon di Gunungkidul, Dorong Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan
- Pemerintah Tetapkan Penanganan Bencana di Sumatra Sebagai Prioritas Nasional
- Kemenhut: Kayu Hanyut Boleh Dimanfaatkan Warga Terdampak Bencana
Kerja sama ini juga mencakup sosialisasi, bimbingan teknis, edukasi, publikasi, pendampingan, hingga monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pengelolaan lingkungan hidup di sektor pariwisata.
Selain itu, Rizki menyampaikan bahwa kolaborasi Kemenpar dan KLH mencakup pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi guna mendukung pengembangan pariwisata nasional.
“Berbagi data dan informasi menjadi penting, termasuk pelibatan pelaku usaha dan lembaga swadaya masyarakat, agar ekosistem pariwisata Indonesia semakin kuat, inklusif, dan berdaya saing,” kata Rizki.
Sementara itu, Rasio menegaskan komitmen KLH untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berwawasan lingkungan dan berdaya saing.
“Upaya pembinaan kepada perusahaan dan industri pariwisata perlu terus diperkuat agar kinerja pengelolaan lingkungan hidup dapat meningkat secara konsisten,” katanya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani Menteri Pariwisata dan Menteri Lingkungan Hidup pada 13 Mei 2025, sebagai langkah percepatan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
“Hal terpenting adalah memastikan tindak lanjut konkret dari perjanjian kerja sama ini,” ujar Rasio.
Baca Juga:
