BPKH Luncurkan Wakaf Pohon di Gunungkidul, Dorong Lingkungan dan Ekonomi Berkelanjutan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) meluncurkan program wakaf pohon di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai upaya mengoptimalkan nilai manfaat dana haji melalui skema kemaslahatan umat. Program ini dirancang dengan pendekatan keberlanjutan, menggabungkan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
“Kehadiran kami di Gunungkidul hari ini adalah bentuk konsistensi BPKH dalam menjaga amanah jamaah untuk memberi manfaat bagi bumi dan sesama,” ujar Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12).
Dalam pelaksanaan program di Gunungkidul, BPKH menyalurkan 712 bibit pohon yang terdiri dari jenis produktif dan konservatif, seperti alpukat, durian, gayam, nangka, aren, kelapa, dan bambu. Pemilihan varietas tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat melalui hasil panen, sekaligus memperkuat ekosistem lokal.
”Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Sumatra Barat (1.100 bibit), Bogor (2.500 bibit), serta Majalengka (1.000 bibit),” ujar Sulistyowati.
Baca Juga:
- Pemerintah Tetapkan Penanganan Bencana di Sumatra Sebagai Prioritas Nasional
- Bersihkan Tumpukan Kayu Pascabanjir Sumatra, Kemenhut Kerahkan Alat Berat
- Terapkan Prinsip DEI, United Tractors Hadirkan Program “Harmonika”
Ia menjelaskan, program wakaf pohon ini mengusung konsep dwifungsi, yakni memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi warga dalam jangka panjang.
Senada dengan itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander menekankan pentingnya pemanfaatan berkelanjutan dari program tersebut.
“Kami berharap pohon-pohon ini tidak hanya menjadi penyerap karbon dan penguat daerah tangkapan air guna mencegah bencana, tetapi juga menjadi aset produktif yang mampu menghasilkan income bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Program wakaf pohon di Gunungkidul ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis dengan PP Muhammadiyah. Penanaman dilakukan di atas tanah wakaf milik organisasi tersebut, dengan Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah sebagai penerima manfaat utama.
Untuk memastikan keberlangsungan program, perawatan bibit akan dikelola secara berkelanjutan oleh Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah setempat.
Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Azrul Tanjung mengapresiasi kolaborasi ini dan menyebutnya sebagai bentuk “investasi akhirat”.
“Melalui BPKH, program wakaf ini menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir bagi para jamaah haji Indonesia seiring dengan tumbuhnya pohon-pohon ini,” kata dia.
Baca Juga:
