Imbas Konflik Iran–Israel, Bahlil Buka Opsi Empat Hari Kerja untuk Hemat Energi dan BBM
Jakarta, sustainlifetoday.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka kemungkinan Indonesia menerapkan kebijakan empat hari kerja sebagai salah satu upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Bahlil menyampaikan hal tersebut saat merespons pertanyaan mengenai kemungkinan Indonesia mengambil langkah serupa seperti yang dilakukan Filipina.
“Tapi belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil begini. Harus kita mencari berbagai alternatif-alternatif,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3).
Menurutnya, pemerintah saat ini masih mempelajari berbagai opsi kebijakan yang dapat diterapkan dalam situasi global yang tidak menentu.
Bahlil menegaskan bahwa pada dasarnya pemerintah mendorong efisiensi dalam penggunaan energi, termasuk bahan bakar minyak.
BACA JUGA
- Dukung Program “Gentengisasi”, BRIN Kembangkan Genting Komposit dari Limbah Biomassa
- Nyepi 2026, BKSDA Bali Tutup Sementara Empat Kawasan Wisata Alam
- Zulhas Targetkan Waste to Energy Beroperasi 2027, Empat Kota akan Jadi Tahap Awal
Sebelumnya, pemerintah Filipina telah menerapkan kebijakan empat hari kerja bagi sebagian sektor sebagai respons terhadap tekanan ekonomi akibat konflik di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr. menyatakan kebijakan tersebut diambil untuk meringankan dampak ekonomi yang dirasakan negaranya akibat situasi geopolitik tersebut.
“Kita adalah korban perang yang bukan kemauan kita,” kata Bongbong dalam pernyataan pada Jumat (6/3), seperti dikutip AFP.
“Tapi kita memegang kendali atas perlindungan terhadap rakyat Filipina,” sambungnya.
Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (9/3) dan diterapkan pada kantor-kantor pemerintah. Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi pekerja layanan publik seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.
Harga BBM di Filipina diperkirakan melonjak setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi energi global.
Iran menutup selat tersebut sejak Minggu (1/3) dan menyatakan akan menyerang kapal apa pun yang melintas, kecuali milik China dan Rusia.
BACA JUGA
