Indonesia Bahas Kerja Sama Lingkungan dan Pasar Karbon dengan Jerman
Jakarta, sustainlifetoday.com — Indonesia menggelar pertemuan bilateral dengan Jerman di sela penyelenggaraan COP30 Brasil untuk membahas peningkatan kerja sama di bidang perlindungan lingkungan dan aksi iklim. Pertemuan ini menjadi langkah lanjutan kedua negara dalam memperkuat kolaborasi menghadapi berbagai tantangan perubahan iklim global.
“Tujuan utama pertemuan ini adalah untuk meningkatkan dan memperdalam kerja sama kedua negara di bidang perlindungan lingkungan dan aksi iklim yang tegas,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, dalam pertemuan dengan Menteri Federal untuk Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir Jerman, Carsten Scheneider, dikutip Kamis (20/11).
Dalam kesempatan itu, Hanif memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Indonesia dalam memperkuat mitigasi iklim. Di antaranya, penyerahan SNDC (Second Nationally Determined Contribution), penyusunan Rencana Aksi Nasional, penerapan kerangka tata kelola karbon, serta pengembangan pasar karbon sebagai bagian dari strategi transisi menuju ekonomi rendah emisi.
Baca Juga:
- Indonesia Dorong Tata Kelola Kredit Alam di Forum Internasional IAPB
- Indonesia Dorong Penguatan ITPC untuk Restorasi Gambut Tropis di Level Global
- Sampah Putung Rokok Menumpuk, Greenpeace Desak Produsen Bertanggung Jawab
Indonesia juga menyoroti keunggulan Jerman dalam teknologi lingkungan. Kolaborasi kedua negara diharapkan mampu mempercepat transisi energi melalui pendekatan nature-based yang dinilai lebih murah dan terjangkau.
“Kami yakin bahwa dengan pengalaman dan keahlian Jerman yang ternama dalam isu-isu lingkungan seperti pengelolaan limbah berkelanjutan, dan teknologi eko-inovasi yang canggih, khususnya dalam konteks kerangka kerja Green Deal Uni Eropa, kemitraan kami dapat menghasilkan solusi yang canggih dan efektif,” ujar Hanif.
“Kami menantikan pertemuan yang produktif hari ini dan kerja sama lebih lanjut dengan Jerman,” imbuhnya.
