Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi hingga Awal Juni, BMKG Minta Warga Waspada
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan siklon tropis Jangmi berada di sekitar Laut Filipina sebelah utara Papua dan berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG menyebut sistem tersebut dapat membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan daerah pertemuan angin (konfluensi) yang memanjang dari Samudra Pasifik utara Maluku Utara hingga utara Papua.
“Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya,” ungkap BMKG dalam keterangannya, Jumat (29/5).
Selain itu, BMKG juga mencatat adanya potensi pembentukan sirkulasi siklonik di sekitar Laut Cina Selatan hingga Kepulauan Natuna yang dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi serta meningkatkan potensi hujan di kawasan tersebut.
Berdasarkan analisis indikator iklim global terkini, kondisi El Nino di Samudra Pasifik disebut berdampak pada berkurangnya curah hujan di sebagian wilayah. Namun demikian, dinamika atmosfer regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian utara.
BACA JUGA
- Industri Stainless Steel Dinilai Punya Potensi Ekonomi Sirkular
- Pertamina Group Salurkan Lebih dari 4.400 Hewan Kurban pada Iduladha 2026
- INDEF: Hilirisasi Nikel Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Industri Baterai EV
BMKG menjelaskan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan bergerak menuju fase 6 atau Samudra Pasifik Barat sehingga pengaruhnya terhadap Indonesia cenderung berkurang.
Di sisi lain, gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi masih aktif dan bergerak ke arah barat yang berpotensi memicu hujan di Sumatera bagian utara dan Kalimantan bagian utara.
“Pengaruh sistem regional seperti siklon tropis Jangmi, sirkulasi siklonik, serta aktivitas gelombang Rossby Ekuatorial tersebut perlu diwaspadai karena masih dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian utara,” jelas BMKG.
BMKG memperkirakan hujan ringan hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan pada periode 29 Mei hingga 4 Juni 2026.
“Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, dapat terjadi,” ucap BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir maupun longsor.
Masyarakat juga diminta mewaspadai risiko pohon tumbang, baliho roboh, genangan, hingga sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
