Arab Saudi Luncurkan Sertifikasi Halal Berbasis ESG, Perkuat Daya Saing Global
Jakarta, sustainlifetoday.com — Arab Saudi meluncurkan sistem sertifikasi halal berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari penguatan industri halal berkelanjutan di tingkat global. Inisiatif ini diperkenalkan melalui Saudi Halal Center yang berada di bawah Saudi Food and Drug Authority (SFDA).
Sistem yang diberi nama Halal Mark Track ini menjadi langkah strategis Kerajaan dalam menyelaraskan standar halal dengan prinsip keberlanjutan global. Tata kelola ESG sendiri menekankan keseimbangan antara kinerja bisnis, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan.
The Islamic Information menilai inisiatif tersebut sebagai tonggak penting dalam menyatukan nilai-nilai syariah dengan standar keberlanjutan internasional, sekaligus memperkuat posisi produk halal Arab Saudi di pasar global.
“Program Halal Mark Track dijalankan bersama Halal Product Development Company, perusahaan milik Public Investment Fund (PIF), dan THIQAH. Kolaborasi tersebut bertujuan membangun ekosistem halal yang kredibel, terukur, dan berorientasi masa depan,” tulis The Islamic Information dalam laporannya.
Melalui Halal Mark Track, penilaian produk halal tidak hanya berfokus pada kepatuhan syariah, tetapi juga mencakup dampak lingkungan, praktik tanggung jawab sosial, serta tata kelola usaha. Seluruh proses pengawasan sertifikasi berada di bawah otoritas Saudi Halal Center.
BACA JUGA:
- Lubang Raksasa di Aceh Terus Meluas, Badan Geologi Ungkap Ancaman Serius ke Permukiman
- Peringatkan Bahaya Tanam Kentang Hingga Kol di Dataran Tinggi, Menteri LH: Lebih Baik Jadi Hutan
- Pemerintah Gelontorkan Stimulus Lebaran 2026 Rp12,83 Triliun, Fokus Diskon Transportasi dan Bansos
Pejabat terkait menyebut integrasi antara standar halal dan ESG diyakini mampu meningkatkan kepercayaan konsumen global, sekaligus membuka peluang ekspansi yang lebih luas bagi pelaku usaha, baik dari Arab Saudi maupun internasional.
Peluncuran sistem ini juga sejalan dengan agenda modernisasi sektor pangan Arab Saudi, termasuk penerapan teknologi digital dalam manajemen peternakan. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan peternak, serta memperkuat ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
