KLH Perketat Pengawasan Emisi Industri demi Perbaikan Kualitas Udara
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Lingkungan Hidup mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas udara nasional melalui pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor industri dan transportasi.
Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menyiagakan lebih dari 130 titik pemantauan emisi guna memastikan pengendalian pencemaran udara berjalan lebih optimal di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap sumber pencemar udara, termasuk kandungan timbal dan sulfur pada bahan bakar minyak (BBM).
“Kita terus memperbaiki ya dari waktu ke waktu, apalagi mengandung dari kadar timbal, sulfur, atau yang ada di BBM dan sebagainya, itu juga kita benahi untuk kendaraan, juga untuk sektor industri,” jelas Jumhur di Pos Bloc, Jakarta Selatan, Rabu (13/5).
Jumhur menyebut pengawasan kini diperluas, terutama terhadap emisi yang berasal dari aktivitas industri.
Pemantauan dilakukan langsung pada cerobong atau corong asap industri untuk memastikan emisi yang dihasilkan tetap sesuai regulasi lingkungan yang berlaku.
BACA JUGA
- Tarif Royalti Tambang Resmi Naik Juni 2026, Menkeu Purbaya: Berlaku untuk Semua Komoditas
- Pemerintah Targetkan Pengelola Baru Bandung Zoo Terpilih Akhir Mei 2026
- Pemerintah Percepat PSEL, Targetkan Krisis Sampah Nasional Tuntas Sebelum 2029
“Untuk perusahaan-perusahaan industri, kita monitor itu ya, kita corong-corong asap, kita punya lebih dari 130 titik-titik yang memantau,” imbuh Jumhur.
Selain memperketat pengawasan dan memberikan teguran kepada perusahaan yang tidak patuh, pemerintah juga mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan guna membantu menekan emisi industri.
Menurut Jumhur, pengembangan dan penyebarluasan teknologi rendah emisi menjadi bagian penting dalam upaya kolaboratif memperbaiki kualitas udara nasional.
“Doakan supaya kami semakin mampu menghadirkan juga teknologi yang bisa disebarluaskan kepada mereka untuk mengurangi emisi, dan kemudian kita bekerja bersama,” ucap Jumhur.
