Potensi Super El Nino Meningkat, Risiko Kekeringan dan Krisis Pangan Mengintai Indonesia
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Meteorologi Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), meningkatkan status pemantauan iklim global menjadi El Niño Watch seiring meningkatnya peluang kemunculan fenomena El Niño dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi ini memunculkan kewaspadaan baru terhadap potensi kekeringan, gangguan produksi pangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di Indonesia.
Dalam laporan ENSO Diagnostic Discussion yang dirilis Climate Prediction Center (CPC) NOAA, El Niño diperkirakan mulai terbentuk pada periode Mei–Juli 2026 dengan probabilitas mencapai 82 persen. Fenomena tersebut juga diproyeksikan bertahan hingga musim dingin di belahan bumi utara pada Desember 2026–Februari 2027 dengan peluang sebesar 96 persen.
Laporan itu menyebutkan suhu muka laut di wilayah tengah Samudra Pasifik ekuator mulai menunjukkan tren pemanasan. Indeks mingguan Niño-3.4 tercatat sebesar +0,4 derajat Celsius, sementara wilayah Niño-1+2 mencapai +1 derajat Celsius.
Selain pemanasan permukaan laut, NOAA juga mencatat peningkatan suhu bawah permukaan laut di Pasifik ekuator yang berlangsung selama enam bulan berturut-turut. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal awal penguatan El Niño.
“Secara kolektif, sistem laut dan atmosfer masih mencerminkan kondisi ENSO-netral,” tulis NOAA dalam laporannya.
Namun, model prakiraan iklim multi-model Amerika Utara atau North American Multi-Model Ensemble (NMME) memperkirakan El Niño akan berkembang mulai bulan depan dan bertahan hingga awal 2027.
NOAA menilai tingkat keyakinan terhadap kemunculan El Niño meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, lembaga tersebut menyebut masih terdapat ketidakpastian terkait kekuatan puncak fenomena tersebut.
BACA JUGA
- BRIN Identifikasi 10 Spesies Anggrek Baru dari Sumatra hingga Sulawesi
- Menteri PPPA: Perempuan Harus Jadi Agen Perubahan di Tengah Tantangan Digital
- Merdeka Copper Gold Perluas Energi Terbarukan dan Reklamasi Tambang Sepanjang 2025
Mengutip BBC, sejumlah lembaga prakiraan iklim global mulai mengantisipasi potensi kemunculan El Niño kuat atau super El Niño pada akhir 2026. Meteorolog NOAA Nathaniel Johnson bahkan menyatakan laju pemanasan di Pasifik tropis dalam beberapa pekan terakhir tergolong cepat dan jarang terjadi.
Johnson mengatakan perubahan cepat dari pola La Niña pada musim dingin lalu menuju potensi El Niño kuat dalam waktu kurang dari setahun merupakan kondisi yang tidak umum terjadi.
Sejumlah model prakiraan seperti European Centre for Medium Range Weather Forecasts (ECMWF), NOAA, dan Bureau of Meteorology (BoM) Australia menunjukkan tren proyeksi yang relatif serupa. Sebagian model bahkan memperkirakan kenaikan suhu wilayah Niño-3.4 dapat melampaui 2,5 derajat Celsius pada musim gugur 2026.
Sebagai catatan, kategori super El Niño umumnya terjadi ketika anomali suhu permukaan laut di wilayah Niño-3.4 melampaui 1,5 derajat Celsius selama periode tiga bulanan.
BBC juga mencatat beberapa model prakiraan menunjukkan potensi kenaikan suhu hingga lebih dari 3 derajat Celsius atau melampaui rekor historis El Niño 1877 yang tercatat sekitar 2,7 derajat Celsius. Namun, data historis tersebut dinilai masih memiliki tingkat ketidakpastian tinggi karena keterbatasan observasi pada periode tersebut.
Fenomena El Niño kuat terakhir terjadi pada 2015–2016 yang ditandai dengan kenaikan suhu Niño-3.4 mencapai 2,4 derajat Celsius. Saat itu, sejumlah wilayah dunia mengalami cuaca ekstrem mulai dari kekeringan panjang hingga banjir besar.
NOAA mengingatkan bahwa kekuatan El Niño tidak selalu berbanding lurus dengan dampak yang ditimbulkan. Namun, fenomena tersebut dapat meningkatkan probabilitas terjadinya anomali cuaca musiman di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara.
Di Indonesia, El Niño umumnya berkorelasi dengan penurunan curah hujan, peningkatan risiko kekeringan, gangguan produksi pangan, serta meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.
