MPR: Target Ekonomi 8 Persen Harus Sejalan dengan Transisi Energi Bersih
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto harus berjalan beriringan dengan agenda transisi energi menuju sumber daya yang lebih bersih dan berkelanjutan.
“Pertumbuhan ekonomi yang ingin kita capai itu memang sangat tinggi, 8 persen. Kita harus memastikan bahwa kita akan nanti tumbuh dengan sumber energi yang efisien tetapi juga bersih dan berkelanjutan,” kata Eddy di Jakarta, dilansir Selasa (7/10).
Menurut Eddy, transisi energi menjadi hal penting karena Indonesia kini menghadapi dua tantangan besar: kerentanan ketahanan energi dan krisis iklim.
“Pertama, kerentanan ketahanan energi di mana RI saat ini mengimpor kebutuhan energi yang esensial seperti bahan bakar minyak (BBM), LPG, dan diesel. Kemudian, masalah kedua adalah krisis iklim,” ujarnya.
Eddy menilai kedua persoalan tersebut memiliki akar yang sama, yakni ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.
“Saya tidak mengatakan kita harus lepas dari fosil, tidak mungkin. Harus dilakukan transisi. Makanya kita sebut ini fase transisi energi,” katanya.
Baca Juga:
- Imbas Temuan Radioaktif, FDA Berlakukan Aturan Impor Ketat untuk Produk Indonesia
- Studi: Udara dan Minuman Harian Banyak Mengandung Mikroplastik!
- FDA Tuding Cengkih Indonesia Juga Terkontaminasi, KLH: Aman dari Radiasi
Ia menambahkan, tanpa upaya nyata untuk beralih ke energi baru dan terbarukan (EBT), Indonesia berpotensi merugi secara ekonomi. Sebab, semakin banyak investor global yang mensyaratkan penggunaan energi bersih dalam rencana investasi mereka.
“Misalnya investasi pada data center yang membutuhkan listrik berbasis EBT. Jika tidak bisa menyediakannya, Indonesia bisa kalah saing dari negara tetangga,” ungkap Eddy.
Hal yang sama juga terjadi di sektor migas. Eddy menjelaskan, kini perusahaan migas global mulai mensyaratkan adanya elemen rendah karbon dalam setiap investasi.
“Misalnya sekarang kita investasi di Blok Abadi Masela itu mereka mensyaratkan harus ada elemen CCUS (carbon capture, utilization, and storage) sebagai license to invest di Indonesia,” kata Eddy.
Pernyataan Eddy ini menegaskan pentingnya keselarasan antara ambisi pertumbuhan ekonomi nasional dan komitmen terhadap dekarbonisasi. Transisi energi bukan sekadar agenda lingkungan, tetapi juga faktor strategis dalam menjaga daya saing dan ketahanan ekonomi Indonesia di era global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
