BRIN Kenalkan Petasol, BBM dari Limbah Plastik untuk Energi dan Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan inovasi bahan bakar alternatif bernama Petasol, yang dihasilkan dari pengolahan limbah plastik melalui metode pirolisis menggunakan mesin Pieolisis Fastpol Gen 5.
“Terobosan ini menjadi solusi untuk menjawab tantangan krisis energi, sekaligus permasalahan sampah plastik,” kata Kepala BRIN Arif Satria dikutip dari Antara, Selasa (28/4).
Inovasi ini memungkinkan pengolahan berbagai jenis limbah plastik seperti LDPE, HDPE, PP, dan PS, bahkan dalam kondisi basah dan kotor. Teknologi tersebut membuka peluang baru dalam pengelolaan sampah yang selama ini sulit didaur ulang secara konvensional.
Dalam uji coba di Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (24/4), bahan bakar hasil olahan limbah plastik ini telah digunakan untuk mengoperasikan perahu nelayan. Hasilnya menunjukkan mesin dapat menyala dengan baik, menandai potensi penerapan langsung di sektor perikanan.
BACA JUGA
- Menteri LH: Kunci Waste to Energy Ada di Pemilahan Sampah Masyarakat
- Kawasan SCBD Padamkan Lampu Satu Jam, Dorong Kesadaran Efisiensi Energi di Hari Bumi
- Dikelola Teman Tuli, Sisi Manis Tawarkan Pengalaman Beli Es Krim dengan Bahasa Isyarat
Arif menjelaskan Petasol merupakan respons BRIN dalam menghadapi ancaman krisis energi dengan pendekatan sirkular, yakni mengubah limbah menjadi sumber energi yang dapat dimanfaatkan, termasuk untuk kebutuhan nelayan dan alat pertanian.
Lebih lanjut, Peneliti Ahli Utama Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN, Tri Martini Patria, menekankan bahwa inovasi ini tidak hanya berdampak pada penyediaan energi alternatif, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan dan ekonomi.
“Pemanfaatan limbah plastik melalui teknologi pirolisis ini mampu mengurangi emisi CO2e hingga 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka. Selain itu, dari sisi ekonomi, terdapat potensi keuntungan hingga sekitar Rp4.700 per liter bahan bakar yang dihasilkan,” paparnya.
Dari sisi kualitas, bahan bakar Petasol telah melalui pengujian laboratorium BRIN dan Lemigas, dengan hasil memenuhi standar Diesel 48 dan 51, sehingga dinilai aman digunakan untuk kendaraan maupun mesin.
“Teknologi ini juga dapat diterapkan dalam skala komunitas. Dengan mesin pirolisis berkapasitas 50 kilogram, pengolahan ini dapat membantu menangani sampah plastik dari sekitar 1.000 Kepala Keluarga. Sehingga Petasol ini berpotensi menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” tutur Tri Martini Patria.
