Dorong Kesetaraan Gender, Kemenhan Libatkan PM Perempuan dalam Tugas Kenegaraan
Jakarta, sustainlifetoday.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kembali melibatkan personel Polisi Militer (PM) perempuan dalam pengawalan tamu negara saat kunjungan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, ke Jakarta, Selasa (2/6).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat representasi perempuan dalam sektor pertahanan sekaligus menunjukkan komitmen terhadap kesetaraan kesempatan dalam penugasan militer.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, mengatakan pelibatan PM perempuan bukan kali pertama dilakukan dalam kegiatan kenegaraan.
“Ini sudah yang kedua kegiatan pengawalan dari PM perempuan, termasuk kemarin dari Menhan Jepang,” ujar Rico kepada wartawan.
Menurut Rico, kehadiran prajurit perempuan dalam tugas pengawalan tidak hanya bersifat simbolis, tetapi mencerminkan kesamaan peran antara personel laki-laki dan perempuan dalam menjalankan tugas negara.
“Ini untuk menunjukkan bahwa kita melakukan kesetaraan gender. Bahwa di TNI, baik itu prajurit TNI pria maupun wanita memiliki kesamaan fungsi dan tugas,” jelasnya.
Ia menambahkan, prajurit perempuan memiliki kompetensi dan profesionalisme yang setara dalam menjalankan berbagai penugasan militer, termasuk pengamanan dan pengawalan kegiatan kenegaraan maupun kunjungan pejabat tinggi negara.
BACA JUGA
- KLH dan UNIDO Bahas Penguatan Pengelolaan Ekosistem hingga Industri Berkelanjutan
- BRIN: Peneliti Asing Masih Dominasi Penemuan Spesies Baru di Indonesia
- BRIN Ungkap 1.538 Spesies Baru di Indonesia dalam Enam Dekade Terakhir
Pelibatan personel perempuan dalam tugas strategis tersebut juga diharapkan dapat memperkuat peran perempuan di lingkungan pertahanan serta membuka ruang yang lebih luas bagi partisipasi perempuan dalam berbagai bidang yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki.
Kemenhan menilai, kesempatan yang setara dalam penugasan merupakan bagian penting dalam membangun institusi yang profesional, inklusif, dan mampu mengoptimalkan potensi seluruh prajurit tanpa memandang gender.
Melalui keterlibatan PM perempuan dalam berbagai kegiatan strategis, TNI ingin menunjukkan komitmennya terhadap profesionalisme serta kesetaraan kesempatan bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas negara.
