DPRD DKI Minta Penanganan Sampah Jakarta Tak Hanya Andalkan PSEL
Jakarta, sustainlifetoday.com – DPRD DKI Jakarta meminta penanganan sampah di Jakarta tidak hanya bergantung pada pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pasalnya, pembangunan fasilitas tersebut dinilai masih membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan pemerintah perlu memperkuat pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga hingga fasilitas pengolahan di tingkat wilayah.
“Jadi harus lebih dalam lagi bagaimana kita membantu menyelesaikan dari hulu sama dari menengahnya nih,” ujar Yuke dalam keterangan resminya, Kamis (28/5).
Menurut Yuke, penanganan sampah dari hulu dapat dimulai dengan mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu menambah fasilitas dan sarana pendukung pengelolaan sampah di lingkungan warga.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pengolahan akhir.
BACA JUGA
- Industri Stainless Steel Dinilai Punya Potensi Ekonomi Sirkular
- IFG Life Dorong Pembinaan Atlet Muda lewat Program IFG Youth Runner 2026 di Labuan Bajo
- INDEF: Hilirisasi Nikel Tak Bisa Hanya Bertumpu pada Industri Baterai EV
Sementara itu, pada tingkat menengah, pengelolaan sampah perlu diperkuat melalui optimalisasi fasilitas pengolahan seperti TPS 3R, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), refuse-derived fuel (RDF), hingga instalasi biogas.
Yuke menambahkan dukungan anggaran dan penguatan sistem pengelolaan juga diperlukan agar penanganan sampah di Jakarta dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Menurut dia, persoalan sampah di Jakarta kini telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Karena itu, seluruh pihak diminta terlibat dalam upaya penyelesaian masalah sampah di ibu kota.
“Kita ingin semua pihak banyak membantu menangani masalah sampah di Jakarta itu bisa selesai. Paling tidak ada progres,” kata Yuke.
