Wapres Tinjau PSEL Keramasan Palembang yang Siap Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik
Jakarta, sustainlifetoday.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung pembangunan instalasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (16/7), guna memastikan proyek energi bersih tersebut berjalan sesuai target waktu.
Instalasi ini dirancang mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menggunakan teknologi moving grate incinerator berkapasitas 2 x 500 ton. Dari proses pengolahan limbah tersebut, fasilitas ini dapat memproduksi 17,7 megawatt (MW) energi hijau yang akan dialirkan ke jaringan listrik utama Kota Palembang.
Manajer Operasional PSEL Keramasan Satriawan Kirana saat memberikan penjelasan kepada Wapres memaparkan bahwa fasilitas ini berfokus pada penanganan limbah perkotaan dalam skala besar.
“Ke depan, (prioritas) kita adalah memusnahkan dan mereduksi sampah secara massal,” kata Satriawan.
Teknologi moving grate incinerator yang digunakan bekerja dengan lantai ruang bakar berupa kisi-kisi mekanis yang bergerak menggeser, membalik, dan menggulingkan sampah secara perlahan agar terbakar sempurna, sekaligus memindahkan sisa pembakaran ke zona pembuangan.
BACA JUGA
- KKP Percepat Pengembangan Ekosistem Karbon Biru dan Investasi Kelautan
- IESR Ungkap Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Dorong Percepatan Energi Surya
- Populasi Kerbau Terus Menurun, IPB Soroti Pentingnya Pendekatan Budaya
Menjawab pertanyaan Wapres Gibran terkait pengelolaan sisa abu pembakaran, Satriawan memastikan residu tersebut akan melalui proses pengolahan khusus sehingga aman dan tidak lagi berstatus sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Jadi, kita kedepankan adalah pemusnahan, mereduksi sampah secara massal. Abu-nya nanti kita ‘treatment’ sehingga bukan menjadi limbah B3 lagi, itu nanti banyak kegunaannya,” jelas Satriawan.
Abu hasil pengolahan tersebut nantinya dimanfaatkan kembali sebagai material konstruksi, seperti bahan timbunan reklamasi maupun konblok. Adapun laporan konsultan supervisi dan manajemen konstruksi per 30 Juni 2026 mencatat progres fisik pembangunan PSEL Keramasan telah mencapai 89,16 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
