Pramono Siap Ikuti Arahan Prabowo Soal Gentengisasi, Atap Seng akan Dilarang
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program ‘gentengisasi’ perumahan di Ibu Kota. Program ini mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah guna meningkatkan kualitas hunian dan lingkungan permukiman.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI akan mengikuti kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden.
“Jadi hal yang berkaitan dengan gentengisasi, tentunya yang pertama, DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden,” katanya di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).
Menurut Pramono, penerapan genteng sebagai atap rumah dinilai lebih sesuai dengan kondisi Jakarta saat ini. Ia menyebut penggunaan atap seng di Ibu Kota sudah semakin jarang.
“Karena memang bagi Jakarta juga lebih baik. Dan memang di Jakarta yang memanfaatkan seng itu sebenarnya tidak terlalu banyak,” ujar Pramono.
BACA JUGA:
- Ingatkan Para Pelaku Usaha, Menteri LH: Abaikan Lingkungan, Ongkos Bencananya Sangat Mahal
- PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Tembus Rp1.700 Triliun Sejak 2020
- Izin Dicabut Usai Banjir Sumatra, Empat Perusahaan Ajukan Keberatan ke Presiden
Sebagai tindak lanjut, Pramono menyatakan akan melarang penggunaan seng pada pembangunan hunian baru yang dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk rumah susun.
“Nah, saya akan memerintahkan untuk rumah-rumah susun baru atau rumah-rumah baru yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta, udah enggak boleh lagi pakai seng,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung program ‘gentengisasi’ sebagai upaya perbaikan kualitas hunian di Indonesia. Ia menilai penggunaan seng dapat meningkatkan suhu di dalam rumah, lebih mudah berkarat, serta berdampak pada kenyamanan dan estetika lingkungan.
Prabowo juga mengaitkan program tersebut dengan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI, yang menekankan aspek aman, sehat, resik, dan indah dalam penataan lingkungan permukiman.
Gerakan Indonesia ASRI dirancang untuk mendorong kolaborasi dan gotong royong lintas instansi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan layak huni.
“Dalam waktu dekat saya mau me-launching Gerakan Indonesia ASRI. Resik artinya bersih. Wujudnya, semua instansi harus memimpin gotong royong,” kata Prabowo saat berpidato di Sentul International Convention Center, Bogor, Senin (2/2).
Kebijakan ini dinilai sejalan dengan upaya menciptakan hunian perkotaan yang lebih sehat dan adaptif terhadap iklim, sekaligus meningkatkan kualitas visual dan kenyamanan lingkungan permukiman di Jakarta.
