PNM Dorong Pemberdayaan Berbasis ESG, Perluas Dampak bagi Masyarakat
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi dalam melayani dan memberdayakan masyarakat. Pendekatan ini dijalankan melalui penerapan tiga pilar keberlanjutan, yakni sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang saling terintegrasi dalam setiap program perusahaan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa implementasi ESG tidak berhenti pada kepatuhan kebijakan, melainkan diarahkan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Bagi kami, program ESG diarahkan untuk memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” kata Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, dalam keterangan yang dikutip Rabu, (31/12).
Dalam praktiknya, ESG menjadi salah satu indikator utama dalam menilai keberlanjutan program PNM. Di tingkat nasional, pelaporan keberlanjutan juga terus diperkuat seiring dengan kebijakan regulator dan otoritas pasar modal yang mendorong transparansi serta akuntabilitas kinerja keberlanjutan korporasi.
Hingga November 2025, PNM tercatat telah menjangkau lebih dari 228 ribu penerima manfaat melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan. Program-program tersebut mencakup Ruang Pintar, PNM Scholarship, serta Madani Vokasi Academy (MVA), yang menunjukkan capaian Social Return on Investment (SROI) signifikan sebagai indikator dampak sosial dan ekonomi.
Baca Juga:
- PDIP Dorong Kebijakan Ekologis dan Moratorium Hutan di Rakernas 2026
- Dua Orangutan Kembali ke Tanjung Puting, Menhut Tekankan Tanggung Jawab Jaga Hutan
- OJK Catat Transaksi di Pasar Karbon Capai 1,6 Juta CO₂
Salah satu program unggulan, Madani Vokasi Academy, mencatatkan nilai SROI sebesar 2,51. Angka ini menunjukkan bahwa setiap satu rupiah investasi sosial yang dilakukan mampu menghasilkan dampak ekonomi dan sosial yang berlipat bagi masyarakat penerima manfaat.
Tak hanya menyasar peningkatan kapasitas ekonomi, pendekatan keberlanjutan PNM juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan. Hal ini tercermin dari berbagai inisiatif berbasis komunitas yang melibatkan perempuan sebagai agen perubahan.
“Melalui proses yang dijalankan, para ibu tidak hanya berperan dalam menjaga lingkungan, tetapi juga turut memberdayakan komunitas di sekitarnya guna mendukung keberlanjutan lingkungan,” ujar Dodot.
Dampak dari program keberlanjutan tersebut turut dirasakan langsung oleh para nasabah PNM. Salah satunya Aan Andasari, nasabah PNM Mekaar di Bekasi, yang memanfaatkan peluang ekonomi dari aktivitas daur ulang limbah tekstil.
Aan mengolah sisa bahan jeans menjadi produk kreatif bernilai jual, sembari memberdayakan anak-anak pemulung di lingkungan sekitarnya. Inisiatif ini tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan lingkungan secara bersamaan, sejalan dengan semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM.
“Saya mengedukasi anak-anak pemulung untuk belajar berkreasi dari sisa bahan jeans yang sering mereka temukan. Dengan sedikit keterampilan dan semangat, mereka kini bisa menghasilkan uang dari barang yang dulu dianggap tak berguna,” ungkap Aan.
