KLH Libatkan Muslimat NU dalam Program Bersih Sampah Nasional
Jakarta, sustainlifetoday.com — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) sebagai mitra strategis dalam memperkuat Program Bersih Sampah Nasional (PROBERNAS). Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus menghadapi krisis lingkungan di Indonesia.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa kekuatan jaringan sosial Muslimat NU yang tersebar hingga pelosok daerah merupakan modal utama dalam mengubah perilaku masyarakat menuju kehidupan yang bersih dan sehat. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KLH/BPLH dan Pimpinan Pusat Muslimat NU yang digelar bertepatan dengan Rapat Pleno I dan Inaugurasi Paralegal Muslimat NU di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Menurut Hanif, Muslimat NU bukan sekadar organisasi perempuan, melainkan kekuatan sosial yang mampu menyentuh unit terkecil masyarakat, yaitu rumah tangga, sebagai titik awal perubahan perilaku pengelolaan sampah.
“Di tengah ancaman nyata krisis iklim global dan bencana hidrometeorologi seperti yang baru saja melanda Sumatera bagian utara, menjaga kelestarian lingkungan kini adalah bentuk amal jariyah dan bagian yang tidak terpisahkan dari iman serta nilai kebangsaan,” tegas Hanif.
Aksi Bersih Sampah Setiap Jumat
Sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut, KLH/BPLH mengintegrasikan peran Muslimat NU dalam implementasi PROBERNAS yang telah disepakati bersama Kementerian Dalam Negeri. Salah satu langkah konkret yang akan dijalankan adalah Aksi Bersih Sampah pada Hari Jumat secara rutin dan berkelanjutan.
Aksi ini akan dimulai dari lingkup rumah tangga, RT/RW, desa atau kelurahan, hingga tingkat provinsi. Muslimat NU didorong untuk menjadi pelopor edukasi pemilahan sampah dari sumber serta menjaga lokasi-lokasi prioritas agar tidak kembali dipenuhi timbulan sampah baru.
Hanif mengaku optimistis gerakan ini akan membawa dampak signifikan, mengingat militansi dan konsistensi kader Muslimat NU dalam menjalankan program pemberdayaan umat.
“Saya melihat sendiri kekuatan luar biasa saat satu stadion penuh dengan jemaah berbaju hijau. Itu bukan sekadar simbol, tetapi simbol kekuatan, kemandirian, dan keberdayaan bangsa. Jika Muslimat NU sudah bergerak, saya optimistis kita akan berhasil,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan sampah yang baik merupakan indikator penting kemajuan suatu negara.
“Tidak ada negara maju yang sampahnya berantakan. Melalui tangan ibu-ibu inilah kita mulai budaya baru: budaya bersih, peduli lingkungan, dan ekonomi sirkular demi bumi yang lebih sehat untuk generasi mendatang,” lanjut Hanif.
Dukungan Tokoh Nasional
Penandatanganan nota kesepahaman ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua PP Muslimat NU yang juga Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi.
Mengakhiri sambutannya, Menteri Hanif menegaskan pentingnya komitmen seluruh jajaran Muslimat NU untuk menjalankan mandat tersebut secara bertanggung jawab.
“Agar seluruh jajaran di bawah koordinasinya menjalankan mandat ini dengan penuh tanggung jawab dan integritas demi memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
