Peringati Women’s Entrepreneurship Day, HSBC dan YCAB Perkuat Perempuan Pelaku UMKM Lewat KITA Berdaya
Jakarta, sustainlifetoday.com — Dalam rangka memperingati Women’s Entrepreneurship Day atau Hari Kewirausahaan Perempuan, PT Bank HSBC Indonesia bersama YCAB Foundation kembali menegaskan komitmen dalam mendukung ketangguhan ekonomi pelaku usaha mikro perempuan di Indonesia. Upaya ini dijalankan melalui program Komunitas Inklusif, Tangguh, dan Andal, Belajar Dagang sampai Kaya (KITA Berdaya).
Program KITA Berdaya merupakan inisiatif komprehensif yang berfokus pada penguatan literasi keuangan serta keterampilan manajemen dan pengembangan usaha bagi para pengembang bisnis. Program ini juga menyediakan pendampingan berkelanjutan, dukungan peningkatan kapasitas, serta akses pembiayaan usaha mikro untuk membantu usaha yang dipimpin perempuan memperkuat operasional, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka.
Data menunjukkan lebih dari 64 persen dari total 65,5 juta UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan. Kontribusi tersebut mencapai 61,9 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
Founder dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam menyebut program ini sejalan dengan misi yayasan untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi melalui pendidikan dan pemberdayaan. Melalui program ini, para womenpreneur pelaku usaha ultra-mikro didorong untuk meningkatkan kepercayaan diri, memperluas pengetahuan, dan memperkuat keterampilan keuangan yang dibutuhkan untuk berkembang.
“Perkembangan awal yang kami lihat sangat menggembirakan, karena menunjukkan bahwa usaha yang semakin kuat akan menguatkan keluarga, dan pada akhirnya berkontribusi pada ketahanan ekonomi bangsa,” ujarnya dalam Media Engagement for Women’s Entrepreneurship Day bersama HSBC X YCAB di Jakarta Design Center, Rabu (19/11).
President Director HSBC Indonesia, Stuart Rogers menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan faktor penting untuk pertumbuhan komunitas dan perekonomian.
“Melalui program KITA Berdaya yang kami jalankan bersama YCAB, kami mendukung perempuan untuk menjadi pelaku usaha mikro, meningkatkan taraf hidup mereka, serta membangun keluarga yang lebih tangguh. Hal ini sejalan dengan tujuan kami untuk membuka peluang yang lebih luas, tidak hanya bagi para nasabah, tetapi juga bagi komunitas di mana kami beroperasi,” ujar Stuart Rogers.
Baca Juga:
- Masih Jauh dari Target, Greenpeace Pertanyakan Komitmen Iklim Negara G20
- Bikin Rugi Rp12,9 Triliun, Bahlil Tarik Izin Tambang Pasir Kuarsa Usai Temuan Tambang Ilegal
- Petrokimia Gresik Paparkan Strategi Ekonomi Sirkular untuk Dukung Dekarbonisasi di COP30
Program KITA Berdaya dilaksanakan sepanjang periode 2025 sampai 2027 dengan target menjangkau 1.900 usaha mikro dan kecil yang dipimpin perempuan. Hingga kini, inisiatif tersebut telah menunjukkan hasil awal yang positif dengan memberikan pelatihan dan akses pembiayaan kepada lebih dari 1.000 perempuan pelaku usaha.
Dampak program sudah mulai tampak dari perubahan para peserta. Selain belajar, mereka menunjukkan transformasi nyata dalam pengelolaan usaha. Hasil awal menunjukan bahwa 88 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan bisnis, sedangkan 91 persen semakin memahami penerapan praktik usaha berkelanjutan yang ramah lingkungan. Temuan awal ini menandakan terbentuknya usaha yang lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan serta mampu memperluas pasar, sehingga berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan finansial.
Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian Koperasi dan UMKM, Riza Adha Damanik, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam program ini.
“Hal ini sejalan dengan tujuan untuk memperluas akses pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang hingga November 2025 telah menyalurkan Rp241,28 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM, di mana 51,35% di antaranya adalah perempuan.” ujar Riza.
Riza menambahkan bahwa partisipasi besar perempuan dalam sektor UMKM perlu mendapat perhatian dan apresiasi lebih tinggi. Data menunjukkan lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia dijalankan oleh perempuan, yang selama ini berperan aktif menjaga pergerakan ekonomi nasional.
Ia juga menyoroti bahwa program KITA Berdaya yang telah berjalan selama 10 tahun menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pemberdayaan perempuan. Riza menyebut bahwa keberlanjutan program ini menandakan bahwa inisiatif tersebut tidak bersifat sementara dan tidak hanya sekadar hadir sesaat, melainkan terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi perempuan pelaku usaha.
“Kami senang sekali bahwa ini adalah program yang sudah berjalan 10 tahun, itu sekaligus juga menunjukkan bahwa program ini tidak hit and run, satu inisiatif yang terus berkelanjutan dan kita harapkan inisiatif-inisiatif semacam ini bisa terus memberikan warna dalam program-program pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia,” tuturnya.
Dalam penjelasannya, Riza mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen perempuan pelaku UMKM bergerak di sektor perdagangan. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah, tidak hanya dalam menjaga performa ekonomi di sektor tersebut, tetapi juga mendorong perluasan aktivitas ekonomi perempuan ke sektor produksi.
“Inilah yang menjadi prioritas kami hari ini, selain terus menjaga performa ekonomi di sektor perdagangan, tapi di saat yang sama juga bagaimana memperluas inisiatif-inisiatif ekonomi UMKM kita khususnya perempuan untuk lebih giat lagi meningkatkan aktivitas sektor produksinya, apakah itu di pertanian, perikanan, pertanakan, pertumbuhan, pangan, olahan, industri, manufaktur, dan seterusnya,” jelasnya.
Tambahan penegasan dari pemerintah ini semakin memperkuat tujuan program KITA Berdaya yang ingin menghadirkan peningkatan kapasitas, pendampingan, akses pembiayaan, perluasan pasar, serta jejaring usaha bagi perempuan pelaku usaha mikro. Kolaborasi antara HSBC Indonesia dan YCAB Foundation diharapkan mampu melahirkan wirausaha perempuan yang semakin tangguh, mandiri, dan berperan besar dalam kemajuan ekonomi nasional.
