Pengembangan IKN Upayakan Keseimbangan Pembangunan Fisik dan Keberlanjutan Lingkungan
Jakarta, sustainlifetoday.com — Otorita Ibu Kota Nusantara terus mengupayakan keseimbangan antara pembangunan fisik dan keberlanjutan lingkungan dalam pengembangan Ibu Kota Nusantara yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
“Fasilitas pendukung dikembangkan agar dapat memperkuat ekosistem kawasan IKN,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dikutip Antara, Selasa (6/1).
Basuki menjelaskan, pengembangan fasilitas pendukung dilakukan untuk memastikan pembangunan IKN tetap seimbang antara aspek fisik dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penataan dan pembenahan kawasan glamping agar dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Penataan kawasan glamping dilakukan dengan pendekatan yang menjaga karakter alam sekitar, sekaligus memastikan fungsi kawasan tetap tertata dengan baik. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat citra IKN sebagai ibu kota baru yang mengedepankan pendekatan ekologi dan kualitas ruang hidup yang berkelanjutan.
Baca Juga:
- Lubang Raksasa Muncul di Sumatra Barat, Ini Pendapat Ahli
- Ditemukan Kebun Sawit Seluas 6,5 Hektare di Cirebon, Pemerintah: Kami Kaget
- Anggota DPR RI Sebut Laut Penghasil Oksigen Terbesar Dunia, Ini Kenyataanya!
Fasilitas glamping tersebut dipersiapkan tidak hanya untuk mendukung kebutuhan akomodasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan IKN. Kawasan ini dirancang sebagai bagian dari strategi pembangunan terintegrasi yang menyatukan fungsi hunian sementara dengan pelestarian lingkungan.
Kawasan glamping menggabungkan kenyamanan akomodasi modern dengan pengalaman berada di ruang terbuka hijau, serta menjadi elemen pendukung mobilitas dan aktivitas di kawasan IKN. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh tamu, pekerja, maupun pemangku kepentingan yang membutuhkan hunian sementara dengan fasilitas memadai.
Penataan dan pembenahan kawasan glamping, lanjut Basuki, ditujukan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pembangunan IKN yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan dan tata ruang berkelanjutan.
“Fasilitas disiapkan sebagai bagian dari dukungan akomodasi, sekaligus penguatan konsep ruang terbuka hijau di kawasan ibu kota baru yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga dirancang menyatu dengan lanskap alam sekitar,” ujar Basuki.
