Penanganan Bencana Alam Belum Optimal, Prabowo: Saya Tidak Punya Tongkat Nabi Musa
JAKARTA, sustainlifetoday.com — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa akses darat menuju sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mulai berangsur pulih. Meski demikian, pemerintah mencatat masih terdapat beberapa wilayah yang terisolasi akibat faktor alam dan kondisi fisik wilayah yang menantang.
“Akses jalan darat sebagian besar telah pulih. Memang ada wilayah-wilayah tertentu yang masih terisolasi. Ini masalah alam dan fisika,” kata Prabowo saat memberikan arahan di Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12).
Dalam konteks penanganan bencana yang berkelanjutan, Prabowo menekankan pentingnya proses pemulihan yang realistis dan bertahap. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak apabila penanganan belum sepenuhnya optimal, seraya menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dan aktivitas sosial-ekonomi membutuhkan waktu.
“Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” ujarnya.
Baca Juga:
- Studi Ungkap Banjir Besar di Sumatra Dipengaruhi Krisis Iklim dan Deforestasi
- Tinjau Degradasi Hulu Sungai, KLH: Ada Indikasi Aktivitas Ilegal Pascabanjir di Aceh
- KLH Panggil Delapan Perusahaan di Sumatra Utara Terkait Dugaan Pemicu Banjir dan Longsor
Selain akses darat, Prabowo menyebut pemulihan layanan dasar seperti listrik dan air bersih juga terus dipercepat. Ia mengapresiasi upaya berbagai pihak dalam memulihkan infrastruktur vital, meskipun masih terdapat tantangan keselamatan di lapangan, terutama di wilayah yang masih tergenang.
“Tapi syukur alhamdulillah sebagian sudah masalah listrik sebagian besar sudah menyala. Masih ada beberapa yang harus kita percepat. Masih ada beberapa yang berbahaya karena kabel-kabel kalau lewat air yang masih banjir, itu berbahaya,” ujarnya.
“Ini bisa mengakibatkan korban nyawa kalau tidak hati-hati. Jadi, PU itu PLN bekerja dengan sangat sangat menghadapi kondisi yang sangat menantang dan mereka sudah di situ sudah belasan hari,” lanjut Prabowo.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memulihkan kondisi darurat, tetapi juga memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, ketahanan infrastruktur, serta kesiapan menghadapi risiko bencana di masa mendatang. Pendekatan ini dinilai penting guna membangun wilayah terdampak yang lebih tangguh terhadap dampak perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi yang semakin intens.
Baca Juga:
