Mobil Listrik Aman dari Radiasi? Ini Hasil Penelitian Terbaru
JAKARTA, sustainlifetoday.com – Kekhawatiran mengenai radiasi elektromagnetik dari mobil listrik kembali mencuat seiring pesatnya pertumbuhan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Jerman memberikan angin segar: paparan medan elektromagnetik pada mobil listrik ternyata sangat rendah dan bahkan dalam beberapa kasus lebih kecil dibanding mobil bensin.
Penelitian tersebut dilakukan oleh ADAC, klub otomotif Jerman, bekerja sama dengan lembaga perlindungan radiasi negara tersebut. Mereka menguji 11 mobil listrik, beberapa mobil hybrid, serta satu mobil berbahan bakar bensin sebagai pembanding. Pada setiap kendaraan, dipasang hingga 10 sensor pada boneka simulasi untuk mengukur paparan elektromagnetik saat mobil melaju maupun ketika proses pengisian daya.
Hasil riset ini menggugurkan banyak kekhawatiran publik. Electrosmog dalam kabin terbukti berada jauh di bawah ambang batas aman, termasuk ketika mobil mengalami akselerasi, pengereman, atau saat komponen listrik bertegangan tinggi bekerja. Menariknya, bacaan tertinggi justru terdeteksi di area kaki penumpang, bukan pada bagian kepala atau dada.
Baca Juga:
- Kemenhut Temukan Indikasi Pelanggaran 12 Perusahaan Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatra
- Bantah Tambang Jadi Penyebab Bencana di Sumatra, Gus Ulil: Zero Mining Itu Goblok
- Guru Besar IPB: Kekhawatiran Soal Ekspansi Sawit Berlebihan Tidak Berdasar
Penelitian tersebut juga mengungkap hal unik lainnya: fitur kursi berpemanas justru menghasilkan pembacaan elektromagnetik tertinggi — baik pada mobil listrik, hybrid, maupun mobil konvensional. Meski demikian, nilainya tetap berada dalam tingkat aman bagi kesehatan manusia.
Studi ini membawa perspektif baru bagi masyarakat yang tengah menimbang untuk beralih ke kendaraan listrik. Temuan bahwa duduk tepat di atas baterai besar tidak menimbulkan bahaya berarti menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut sudah dapat mulai dikesampingkan.
Bahkan, penelitian lain dari Turki menunjukkan bahwa radiasi elektromagnetik yang dihasilkan mobil listrik berada jauh di bawah batas yang ditetapkan International Commission on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP). Artinya, standar keamanan global pun mendukung kesimpulan bahwa mobil listrik aman digunakan secara harian.
Dalam konteks keberlanjutan, hasil riset ini menjadi kabar baik bagi percepatan adopsi kendaraan rendah emisi. Mobil listrik bukan hanya menawarkan efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon, tetapi juga terbukti aman dari sisi paparan radiasi.
Dengan semakin kuatnya bukti ilmiah, fokus diskusi publik kini dapat kembali bergeser pada manfaat besar mobil listrik bagi pengurangan polusi udara, efisiensi energi, dan dukungan terhadap target net zero Indonesia.
Baca Juga:
