ISO 14001:2026 Diluncurkan, Fokus pada Iklim, Biodiversitas, dan Efisiensi Sumber Daya
JAKARTA, sustainlifetoday.com — International Organization for Standardization resmi meluncurkan ISO 14001:2026 sebagai versi terbaru dari standar manajemen lingkungan global.
Standar ini dirancang untuk membantu organisasi membangun sistem yang mampu meningkatkan kinerja lingkungan, meminimalkan dampak negatif, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Pembaruan ini hadir di tengah meningkatnya tuntutan terhadap dunia usaha untuk tidak hanya menetapkan target keberlanjutan, tetapi juga menunjukkan hasil yang terukur dan transparan.
ISO 14001:2026 menekankan implementasi nyata dalam pengelolaan isu lingkungan utama, seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan efisiensi sumber daya.
“Karena risiko lingkungan kini semakin rumit dan tuntutan akan keterbukaan semakin tinggi, pembaruan ini bukan sekadar revisi rutin. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan ketahanan bisnis, serta menyesuaikan diri dengan isu penting saat ini seperti perubahan iklim, kelestarian alam, dan kekayaan sumber daya alam,” ungkap Susan Taylor Martin, Chief Executive of the British Standards Institution dilansir ESG Today, Kamis (16/4).
Diluncurkan pertama kali pada 1996, ISO 14001 menjadi acuan global bagi organisasi dalam mengembangkan sistem manajemen lingkungan. Standar ini membantu perusahaan mengelola dampak operasional terhadap keanekaragaman hayati, penggunaan sumber daya, limbah, hingga polusi, termasuk dalam rantai pasok.
Untuk memenuhi standar ini, organisasi perlu menetapkan kebijakan lingkungan, mengidentifikasi dampak aktivitas terhadap alam, serta menentukan target yang jelas. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan melakukan pengendalian operasional, pemantauan kinerja, dan perbaikan berkelanjutan.
BACA JUGA
- PBN dan Kementerian Kebudayaan Soroti Pentingnya Mitigasi Cagar Budaya yang Berkelanjutan
- Pengadaan 25 Ribu Motor Listrik untuk MBG Masuk Radar KPK
- Berawal dari Media Sosial, BRIN Ungkap Tiga Spesies Baru Homalomena dari Sumatra
Sertifikasi ISO 14001 dapat diperoleh melalui serangkaian tahapan, mulai dari evaluasi sistem yang ada, implementasi standar, audit internal, peninjauan manajemen, hingga audit eksternal oleh pihak independen.
Menurut ISO, standar ini merupakan salah satu yang paling banyak digunakan di dunia, dengan lebih dari 670.000 organisasi telah tersertifikasi.
Selain memperkuat fokus pada isu lingkungan strategis, versi terbaru ini juga dirancang lebih mudah diterapkan. ISO 14001:2026 menekankan peran kepemimpinan, tata kelola perusahaan, serta pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan dampak lingkungan di seluruh operasional bisnis.
“Versi baru ISO 14001 ini lebih mudah diterapkan dan bisa langsung dihubungkan dengan standar ISO lainnya. Hal ini memudahkan segala jenis organisasi, besar maupun kecil, untuk memasukkan urusan lingkungan ke dalam strategi bisnis mereka, mendapatkan hasil yang nyata, serta menunjukkan dampak positif yang sesungguhnya,” tambah Sergio Mujica, Sekretaris Jenderal ISO.
Peluncuran standar ini diharapkan dapat mendorong perusahaan untuk memperkuat praktik keberlanjutan sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan lingkungan di tingkat global.
