CERAH Dorong Windfall Tax Batu Bara di Tengah Tekanan APBN dan Transisi Energi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Yayasan Indonesia Cerah (CERAH), organisasi nirlaba yang berfokus pada advokasi, kampanye, dan penguatan narasi transisi energi yang adil dan berkelanjutan menilai saat ini menjadi momentum yang tepat bagi pemerintah untuk menerapkan windfall tax atau pajak keuntungan tak terduga terhadap industri batu bara.
Policy Strategist Coordinator CERAH, Dwi Wulan Ramadani, menyebut ada sejumlah faktor yang membuat kebijakan tersebut dinilai relevan untuk diterapkan.
Menurutnya, industri batu bara saat ini tengah menikmati windfall profit atau keuntungan besar akibat lonjakan harga komoditas global yang dipengaruhi faktor eksternal di luar kendali perusahaan.
Selain itu, kondisi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) disebut sedang menghadapi tekanan besar karena harus menanggung dampak kenaikan harga energi global.
Dwi Wulan menilai pemerintah kini berada pada fase bertahan untuk memperkuat penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global.
“Pak Prabowo bersuara terkait dengan APBN dan rencananya ada APBN perubahan untuk merespons situasi krisis akhir-akhir ini,” ucapnya dalam diskusi Saat Rakyat Tertekan, Industri Fosil Untung, Karena Itu Windfall Tax sebagai Ujian Keberanian Negara, Kamis (30/4).
Ia juga menyoroti dinamika global seperti konflik geopolitik, krisis energi, dan perlambatan ekonomi dunia yang semakin mendorong banyak negara mempercepat transisi dari energi fosil menuju energi terbarukan.
BACA JUGA
- Kemnaker Proyeksikan 3,8 Juta Green Jobs Tercipta di Tahun 2026
- Deforestasi Primer Global Turun, Indonesia Justru Naik 14,2 Persen
- APBN Hanya Tutup 30 Persen Kebutuhan Taman Nasional, Pemerintah Cari Skema Pendanaan Baru
Sebagai contoh, Dwi Wulan menyinggung langkah Prancis yang telah memiliki peta jalan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil secara bertahap.
“Ada tahun-tahunnya. Tahun 2030 itu batu bara phrase-out, terus tahun 2045 itu oil, dan tahun 2050 itu untuk gasnya. Jadi, Prancis sudah membuat rencana untuk keluar dari jeratan fosil,” tutur Dwi Wulan.
