Kredit Hijau Bank Mandiri Tembus Rp167 Triliun, Tumbuh 12,83% di Kuartal I 2026
JAKARTA, sustainlifetoday.com — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan penyaluran kredit hijau mencapai Rp167 triliun pada periode Januari–Maret 2026. Angka ini tumbuh 12,83% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp148 triliun pada kuartal I 2025.
Sebagian besar pembiayaan hijau tersebut disalurkan ke sektor pertanian berkelanjutan dengan nilai mencapai Rp113 triliun. Sementara itu, sektor produk ramah lingkungan (eco-efficient products) menerima Rp15,4 triliun, diikuti energi terbarukan sebesar Rp12,2 triliun.
Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan ke sektor kendaraan berbahan bakar hijau sebesar Rp10 triliun. Selain itu, pembiayaan untuk pengelolaan air berkelanjutan tercatat Rp5,82 triliun dan bangunan hijau mencapai Rp10,1 triliun.
Secara keseluruhan, total kredit berkelanjutan yang disalurkan Bank Mandiri hingga Maret 2026 mencapai Rp320 triliun, meningkat 8,84% YoY dari Rp294 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, portofolio pembiayaan sosial berkontribusi sebesar Rp153 triliun.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyebut pangsa pembiayaan hijau perseroan telah mencapai 35%, tertinggi di antara tiga bank besar nasional. Pada kuartal I 2026, Bank Mandiri juga mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.
BACA JUGA
- El Nino Godzilla Ancam Krisis Air Bersih, Indonesia Hadapi Risiko Polikrisis
- Hari Bumi 2026 Usung Tema “Our Power, Our Planet”, Tekankan Aksi Bersama
- Titik Panas Karhutla Meningkat Signifikan di 2026, Pemerintah Fokus Enam Provinsi Rawan
Sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pengembangan keuangan berkelanjutan, Bank Mandiri turut memperkuat sisi pendanaan melalui alokasi penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun. Dana tersebut dialokasikan sebesar 72% untuk sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan 28% untuk transportasi ramah lingkungan.
Dari sisi operasional, Bank Mandiri terus menekan emisi melalui penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi bangunan hijau, pemasangan panel surya, serta penyediaan fasilitas charging station. Perseroan juga mulai menghitung emisi Scope 3 dari aktivitas perjalanan dinas dan penggunaan kertas, yang didukung sistem digital carbon tracking untuk pemantauan yang lebih akurat.
Pada aspek inklusi keuangan, Bank Mandiri memperkuat akses melalui platform Livin’ Merchant dan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Perseroan juga menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 sesuai standar global sebagai bagian dari transparansi kinerja ESG.
Ke depan, Bank Mandiri berencana meluncurkan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) untuk segmen ritel melalui fitur Livin’ Planet, bekerja sama dengan IDX Carbon, guna memperluas partisipasi masyarakat dalam aksi iklim.
“Dengan kinerja dan fundamental yang solid tersebut, kami optimis ke depannya Bank Mandiri akan dapat menghasilkan kontribusi positif dan signifikan, dalam memperkuat industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata Henry.
