Cegah Pencemaran Lingkungan, Sucofindo Fasilitasi Konversi Minyak Jelantah Jadi Energi
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pemanfaatan minyak jelantah (used cooking oil) sebagai bahan baku energi alternatif kini menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendorong transisi ekonomi sirkular di Indonesia. Mengubah limbah rumah tangga menjadi sumber daya bernilai ekonomi ini tidak hanya mencegah pencemaran air dan tanah, tetapi juga memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor korporasi.
Mengakselerasi inisiatif tersebut, PT Sucofindo (Persero) menjalin kemitraan dengan perusahaan pengembang teknologi PT Noovoleum Indonesia Investama dengan menyediakan fasilitas pengumpulan minyak jelantah bernama UCOllect Box. Fasilitas fisik yang ditempatkan di Graha Sucofindo, Jakarta, ini diinisiasi melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan guna membiasakan tata kelola limbah yang bertanggung jawab di lingkungan kerja.
Direktur Sumber Daya Manusia Sucofindo, Budi Utomo, memaparkan bahwa penyediaan infrastruktur ini merupakan langkah awal untuk mentransformasi limbah sisa konsumsi menjadi sumber daya yang memiliki nilai tambah.
“Melalui kehadiran UCOllect Box, kami ingin mendorong kesadaran bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana di sekitar kita,” ujar Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Budi menekankan urgensi pengelolaan minyak jelantah secara terorganisasi agar potensinya sebagai bahan baku energi alternatif dapat dioptimalkan. Ia juga mendorong agar kebiasaan kolektif ini direplikasi oleh para pegawai di ranah domestik tangga.
“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga menginspirasi insan Sucofindo untuk menerapkan kebiasaan serupa di rumah dan membagikan manfaatnya kepada masyarakat,” ucap Budi.
BACA JUGA
- Gandeng UNIDO dan LKPP, Indonesia Pacu Penerapan Green Public Procurement
- YIARI Evakuasi 53 Orangutan Terdampak Karhutla, Soroti Kerusakan Organ dan Trauma Satwa
- Target Meleset, PBB Desak Pemangkasan Emisi Cepat Jelang COP31 Turki
Secara operasional, fasilitas UCOllect Box terintegrasi dengan aplikasi UCOllect di gawai pintar yang memudahkan pengguna dalam menyetorkan minyak sisa pakai. Aplikasi ini memfasilitasi proses pencatatan rekam jejak aktivitas setor limbah serta menyediakan fitur-fitur pengelolaan yang terstruktur.
Kepala Unit TJSL Sucofindo, Nuri Hidayat, menilai digitalisasi sistem pengumpulan ini akan meningkatkan kesadaran dan partisipasi pegawai dalam mencegah pembuangan limbah minyak secara serampangan.
“Melalui program ini, kami mengajak seluruh insan Sucofindo untuk memanfaatkan fasilitas ini agar tidak mencemari lingkungan dan tetap memiliki nilai manfaat,” ujar Nuri.
Dari sisi pengembangan teknologi, CEO PT Noovoleum Indonesia Investama, Karl Philippe Emmanuel Galarneau Micone, menjelaskan bahwa inovasi mesin pengumpul beserta aplikasinya dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Kemitraan ini menunjukkan kesiapan inovasi lokal dalam menyediakan infrastruktur tata kelola limbah yang mumpuni.
“Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Sucofindo dalam menghadirkan UCOllect Box,” kata Karl.
Peresmian fasilitas di lingkungan perkantoran ini ditandai dengan demonstrasi penyetoran minyak jelantah perdana oleh perwakilan manajemen Sucofindo bersama Noovoleum. Melalui kolaborasi infrastruktur dan kesadaran kolektif ini, limbah minyak bekas pakai diharapkan mampu dialihkan dari ekosistem lingkungan untuk memasok rantai pasok industri energi terbarukan di Tanah Air.
BACA JUGA
