BNI Resmi Luncurkan ESG Advisory Playbook Pertama untuk Sektor Sawit
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memperkuat komitmennya dalam mendorong praktik keuangan berkelanjutan melalui peluncuran ESG Advisory Playbook pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan kelapa sawit. Dokumen panduan ini dirancang sebagai acuan bagi debitur dalam menjalankan transisi hijau yang lebih terukur dan sesuai dengan standar global.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi respons atas meningkatnya tekanan internasional terhadap industri sawit, termasuk implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang berdampak langsung pada rantai pasok sawit Indonesia.
Wakil Direktur Utama BNI, Alexandra Askandar, menegaskan pentingnya peluncuran panduan ini di tengah perubahan regulasi global dan tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.
“Advisory playbook ini merupakan panduan bagi para pelaku usaha untuk memulai dan meningkatkan upaya transisi sesuai strategi dan kapabilitas perusahaan, sehingga proses transisi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terarah,” ujar Alexandra dalam siaran pers, Kamis (20/11).
Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan lanjutan dari keberhasilan penyelenggaraan BEST Event 2024, yang berfokus pada implementasi Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) untuk sektor energi. Tahun ini, pendampingan diperluas ke sektor kelapa sawit sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.
“Sebagai bank pertama di Indonesia yang memiliki advisory playbook, hal ini menegaskan komitmen BNI untuk terus menjadi mitra debitur dan mendukung proses transisi Indonesia menuju target NDC 2060 atau lebih cepat,” tambah Alexandra.
Baca Juga:
- Indonesia Dorong Tata Kelola Kredit Alam di Forum Internasional IAPB
- Indonesia Dorong Penguatan ITPC untuk Restorasi Gambut Tropis di Level Global
- Petrokimia Gresik Paparkan Strategi Ekonomi Sirkular untuk Dukung Dekarbonisasi di COP30
Penyusunan playbook dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada 30 Oktober 2025 dengan melibatkan International Finance Corporation (IFC), Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), serta PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Masukan dari berbagai pemangku kepentingan menjadikan playbook ini aplikatif dan relevan bagi kebutuhan industri sawit.
Alexandra menegaskan bahwa peluncuran playbook merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BNI untuk membantu pelaku usaha menghadapi dinamika transisi keberlanjutan yang semakin kompleks.
“Advisory playbook ini kami harapkan dapat menjadi panduan praktis bagi para pelaku usaha untuk merancang dan memperkuat upaya transisi yang selaras dengan strategi dan kapabilitas perusahaan, sehingga setiap pelaku usaha memiliki akses terhadap pendampingan yang relevan dan solutif dalam menghadapi dinamika transisi keberlanjutan,” jelasnya.
Melalui peluncuran ESG Advisory Playbook untuk sektor kelapa sawit, BNI semakin mengukuhkan posisinya sebagai institusi keuangan yang aktif mendorong transformasi berkelanjutan pada sektor-sektor strategis. Langkah ini juga mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) menuju target net-zero emission 2060 atau lebih cepat, serta memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di tingkat global.
