Pembiayaan Hijau BCA Tembus Rp103 Triliun per September 2025
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) atau BCA mencatat peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan hijau hingga akhir September 2025. Berdasarkan laporan kinerja terbarunya, BCA menorehkan pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan sebesar 12,7% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp241 triliun, naik dari Rp214 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari total tersebut, outstanding pembiayaan hijau mencapai Rp103 triliun, tumbuh 18,4% YoY dibandingkan Rp87 triliun pada Januari–September 2024. Sementara itu, pembiayaan untuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang masuk dalam sektor berkelanjutan naik 8,7% YoY menjadi Rp138 triliun, dari sebelumnya Rp127 triliun.
BCA menjelaskan, sebagian besar pembiayaan hijau disalurkan ke sektor sumber daya alam dan pengelolaan lahan berkelanjutan dengan total Rp70,7 triliun. Sektor transportasi berkelanjutan menyusul dengan Rp10,7 triliun, disusul bangunan hijau sebesar Rp5,6 triliun, dan manajemen limbah air senilai Rp4,5 triliun. Selain itu, pembiayaan juga mengalir ke produk ramah lingkungan senilai Rp3,3 triliun dan energi terbarukan sebesar Rp2,9 triliun.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan bahwa secara keseluruhan, kinerja kredit perseroan tumbuh positif.
“Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang berkualitas dan terjaganya likuiditas perseroan,” ujarnya dalam paparan kinerja dikutip pada Kamis (23/10).
Secara total, kredit BCA tumbuh 7,6% YoY menjadi Rp944 triliun. Dari sisi himpunan dana pihak ketiga (DPK), terjadi pertumbuhan 7% YoY yang terutama ditopang oleh dana murah atau current account saving account (CASA).
Baca Juga:
- Hutama Karya Mantapkan Langkah Hijau Lewat Roadmap ESG 2025–2030
- BSI dan GGGI Kolaborasi Dorong Inovasi Keuangan Syariah Hijau
- Krisis Iklim, Jepang Terancam Kehilangan Musim Semi dan Gugur di Masa Depan
Sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi dengan pertumbuhan 10,4% YoY mencapai Rp436,9 triliun. Sementara itu, kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp142,9 triliun, dan kredit UKM meningkat 7,7% YoY menjadi Rp129,3 triliun.
Pada segmen kredit konsumer, pertumbuhan tercatat 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, didorong oleh kenaikan KPR sebesar 6,4% YoY menjadi Rp138,8 triliun.
“Pertumbuhan CASA selaras dengan total frekuensi transaksi BCA yang naik 78% dalam tiga tahun terakhir,” kata Hendra.
