BSI dan GGGI Kolaborasi Dorong Inovasi Keuangan Syariah Hijau
Jakarta, sustainlifetoday.com — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mempertegas langkahnya dalam mendukung pembiayaan hijau dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Global Green Growth Institute (GGGI), organisasi internasional antarpemerintah yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kolaborasi ini menandai upaya bersama dalam memperkuat ekosistem pendukung penerbitan sustainability sukuk yang selaras dengan standar internasional dan kredibel. Penandatanganan dilakukan oleh SVP Environmental, Social, and Governance (ESG) BSI, Rima Dwi Permatasari, dan Country Representative GGGI Indonesia, Rowan Fraser.
Kemitraan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong inovasi keuangan berkelanjutan di Indonesia, memperluas akses terhadap investasi hijau, serta mempercepat mobilisasi pendanaan iklim. Bagi BSI, langkah ini merupakan bagian dari komitmen ESG untuk menjembatani kesenjangan pembiayaan iklim dan mendukung pencapaian target nasional terkait perubahan iklim.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyebut bahwa kerja sama dengan GGGI akan menjadi pendorong inovasi keuangan syariah yang selaras dengan pembangunan berkelanjutan global.
“Melalui kolaborasi ini, BSI akan mengembangkan produk-produk keuangan yang berorientasi pada keberlanjutan guna mendukung target nasional terkait perubahan iklim dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Bersama GGGI, kami berupaya memperkuat kerangka dan kapasitas penerbitan sustainability sukuk serta memperluas akses terhadap pembiayaan iklim dari sumber internasional,” ujar Bob, di Jakarta, Selasa (21/10).
Bob menambahkan bahwa BSI memahami perannya dalam mendukung komitmen iklim nasional, termasuk target penurunan emisi gas rumah kaca (NDC) tahun 2030 dan net-zero emissions pada 2060.
Baca Juga:
- Optimisme Energi Bersih, MPR Nilai Kebijakan Prabowo Pro-Lingkungan
- Temuan Mikroplastik di Air Hujan, Menteri LH: Bukti Buruknya Pengelolaan Sampah
- Refleksi Setahun KLH, Menteri LH Komitmen Percepat Transformasi Tata Kelola Lingkungan
Dengan kesenjangan pembiayaan iklim yang diperkirakan mencapai Rp3.990 triliun pada 2030, ia menilai keterlibatan sektor swasta, khususnya perbankan syariah, menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.
Sementara itu, Rowan Fraser, Country Representative GGGI Indonesia, menyampaikan bahwa kemitraan ini akan memperkuat fondasi keuangan syariah hijau di Indonesia.
“Melalui kemitraan dengan BSI, GGGI akan memperkuat kerangka produk keuangan syariah hijau dan mendukung penerbitan sukuk tematik di pasar domestik maupun internasional. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dari sektor swasta dalam pembiayaan berkelanjutan dan mempercepat penghijauan sektor perbankan syariah sejalan dengan target iklim Indonesia,” ucap Rowan.
Ke depan, BSI dan GGGI akan memusatkan kolaborasinya pada tiga hal utama:
- Mengembangkan kerangka sustainability sukuk sesuai standar global,
- Meningkatkan kapasitas kelembagaan BSI dalam penerapan keuangan berkelanjutan, dan
- Membangun sistem pemantauan dan pelaporan transparan untuk memperkuat kepercayaan investor.
Melalui kemitraan ini, BSI menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya menjadi pemimpin dalam keuangan syariah, tetapi juga motor penggerak transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon dan berdaya tahan iklim.
