KAI Logistik Tunjukkan Komitmen ESG Lewat Transparansi Emisi Pengiriman Barang
Jakarta, sustainlifetoday.com — Pengiriman barang melalui moda kereta api dinilai menjadi kunci dalam mengurangi emisi karbon dibandingkan transportasi berbasis jalan raya.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Riyanta, menyampaikan bahwa moda kereta api merupakan transportasi dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan moda darat lainnya.
“Perseroan ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap keputusan pengiriman dapat menjadi bagian dari upaya bersama memastikan keberlanjutan,” papar Riyanta dalam keterangannya, Kamis (23/10).
Ia menjelaskan, perseroan telah melakukan inovasi berupa informasi carbon footprint atau jejak karbon yang kini tercantum langsung di setiap invoice pelanggan. Melalui inovasi ini, pelanggan dapat mengetahui jumlah emisi karbon (CO₂) yang dihasilkan dari aktivitas pengiriman barang melalui moda kereta api.
“Kami ingin mengajak pelanggan memahami dampak emisi dari setiap aktivitas pengiriman,” paparnya.
Langkah tersebut, kata Riyanta, mendukung implementasi Green Logistics di Indonesia serta memperkuat peran BUMN dalam mendorong sistem transportasi yang efisien dan berwawasan lingkungan.
Baca Juga:
- Kemenperin Dorong Industri Plastik Beralih ke Produksi Ramah Lingkungan
- PLN–KAI Percepat Elektrifikasi Jalur Kereta, Efisiensi Energi Capai 70 Persen
- BRI Tegaskan Implementasi ESG Lewat Program BRI Peduli
Ia menambahkan, sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap efisiensi energi dan keberlanjutan, minat pelaku industri untuk beralih ke moda kereta api juga terus meningkat.
Pertumbuhan itu tercermin dari peningkatan signifikan pada layanan angkutan kereta kontainer. Sepanjang triwulan II tahun ini, volume angkutan kontainer tumbuh sebesar 14 persen dibandingkan triwulan I sebelumnya. Tren positif ini berlanjut pada triwulan III dengan pertumbuhan 6 persen dibandingkan periode sebelumnya, dengan total volume pengangkutan mencapai lebih dari 650 ribu ton.
Hingga September 2025, total angkutan kontainer mencapai 1,8 juta ton, meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,68 juta ton.
Riyanta menegaskan bahwa setiap kiriman barang yang menggunakan moda kereta api berkontribusi langsung dalam mengurangi jejak emisi transportasi dan membantu upaya nasional dalam menekan dampak perubahan iklim.
