Pertamina Foundation Dorong Reforestasi Lewat Program Hutan Lestari
Jakarta, sustainlifetoday.com – Pertamina Foundation, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), terus menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program Hutan Lestari Pertamina. Program ini fokus pada konservasi dan reforestasi hutan, termasuk penanaman pohon mangrove dan darat, pemberian bantuan bibit, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Hutan Lestari Pertamina dilaksanakan di dua lokasi utama, yaitu Hutan Lestari Mahakam di Kawasan PPKH PT Pertamina Hulu Mahakam dan Hutan Lestari Getas-Ngandong di KHDTK Universitas Gadjah Mada.
Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan.
“Dalam berkontribusi pelestarian lingkungan, kami melibatkan masyarakat lokal untuk ikut berperan dalam program hutan lestari mulai dari penanaman, pemberdayaan, hingga penelitian sekalipun,” ujarnya dilansir pada Rabu (9/7).
Hingga Mei 2025, Pertamina Foundation telah menanam lebih dari 1,2 juta bibit mangrove di Hutan Lestari Mahakam. Selain itu, program pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui pelatihan pemanenan dan pengolahan nira nipah, budidaya hidroponik berbasis energi surya, serta pembangunan fasilitas panen air hujan. Di lokasi tersebut juga dibangun anjungan wisata edukasi mengenai flora dan fauna endemik.
Baca Juga:
- BSI Terbitkan Sustainability Sukuk Tahap II Senilai Rp5 Triliun untuk Pembiayaan Hijau dan Sosial
- Dorong Tata Kelola Laut Berkelanjutan, KKP Apresiasi Sinergi Grup MIND ID
- Kebakaran Hutan Suriah Hanguskan 10.000 Hektare Lahan, Ribuan Warga Mengungsi
Program ini turut menjadi wadah penelitian ilmiah dan telah dipublikasikan dalam jurnal Biodiversitas Journal of Biological Biodiversity dengan judul “Identification of the pest outbreak in the coastal mangrove ecosystem of Mahakam Delta, East Kalimantan, Indonesia.”
Sementara itu, di Hutan Lestari Getas-Ngandong, sebanyak 1,4 juta pohon darat telah ditanam hingga Mei 2025, terdiri dari jati, kepuh, nyamplung, kayu putih, nangka, mangga, indigofera, dan sorghum. Program ini juga melibatkan kegiatan Wanafeed, yakni pengembangan kelompok tani ternak desa.
“Wanafeed hadir sebagai program pengembangan kelompok tani ternak desa, mulai dari pelatihan pembuatan pakan ternak berkualitas hingga pemberian bibit domba,” jelas Agus.
Penelitian ilmiah di kawasan Getas-Ngandong juga telah diterbitkan, antara lain dalam Asian Journal of Plant Sciences dan BIO Web of Conferences.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Diantaranya program hutan lestari sejalan dengan pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi landasan Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Fadjar.
