Panglima TNI Instruksikan Seluruh Satuan Dukung Presiden Percepat Penanganan Sampah
Jakarta, sustainlifetoday.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan kesiapan seluruh jajaran TNI dalam mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan persoalan sampah secara nasional.
Komitmen ini ditegaskan usai Presiden menginstruksikan pelibatan TNI, Polri, kementerian, dan pemerintah daerah dalam menanggulangi limbah pada agenda Panen Raya Terintegrasi TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo yang didampingi Panglima TNI dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meninjau langsung operasional Mesin Olah Runtah (MOTAH) hasil pengembangan lingkungan TNI Angkatan Udara.
MOTAH merupakan teknologi insinerator yang mampu mengolah satu ton sampah per jam tanpa menggunakan bahan bakar maupun listrik. Abu sisa pembakaran dari mesin ini dimanfaatkan sebagai bahan baku batako dan paving block, sementara residu organik dikelola menjadi media tanam.
BACA JUGA
- Pemprov DKI Genjot Pengoperasian TPS 3R untuk Kurangi Beban TPST Bantargebang
- India Pastikan Keamanan BBM Etanol E20, Indonesia Targetkan E10 pada 2027
- Pemerintah Indonesia dan Jepang Sepakati Percepatan Proyek Panas Bumi dan Energi Bersih
Teknologi pengolah sampah ini telah memenuhi standar baku mutu emisi Kementerian Lingkungan Hidup. Saat ini, mesin MOTAH telah diimplementasikan di 64 kabupaten/kota melalui fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan kapasitas mencapai 100 ton per hari.
Menindaklanjuti arahan Kepala Negara, Panglima TNI menginstruksikan seluruh satuan di bawahnya untuk terlibat aktif dalam penanganan sampah melalui gerakan kebersihan lingkungan dan pemanfaatan teknologi hijau.
“Langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan perang terhadap sampah guna mewujudkan Indonesia bersih sebelum tahun 2029,” ujar Agus dilansir keterangan resminya, Rabu (22/7).
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan sampah secara menyeluruh sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, bertepatan dengan pelaksanaan Panen Raya Terintegrasi TNI yang digelar serentak di 43 titik seluruh Indonesia.
