Indocement Operasikan PLTS 71,9 MW untuk Dekarbonisasi Industri Semen
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mulai mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 71,9 megawatt (MW) di tiga kompleks pabriknya sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi industri semen.
PLTS tersebut dibangun di kompleks Citeureup, Cirebon, dan Tarjun. Perseroan menyebut proyek ini menjadi instalasi PLTS terbesar di sektor semen di Indonesia.
Direktur Indocement, Holger Mørch, mengatakan pembangunan PLTS menjadi bagian dari transformasi industri semen menuju operasional rendah karbon.
“Indocement menilai pembangunan PLTS terbesar di sektor ini adalah bukti bahwa dekarbonisasi bisa dilakukan secara nyata, dalam skala besar, terukur, dan terintegrasi dengan kebutuhan operasional industri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5).
Indocement memproyeksikan instalasi PLTS tersebut mampu menghasilkan lebih dari 108 juta kWh energi bersih setiap tahun. Selain itu, proyek ini diperkirakan dapat menurunkan emisi karbon lebih dari 85.000 ton CO2 per tahun.
Menurut manajemen, pengurangan emisi tersebut setara dengan dampak lingkungan dari penanaman sekitar 1,4 juta pohon setiap tahun.
BACA JUGA
- IESR Dukung Ambisi Transisi Energi Prabowo, Tapi Ingatkan Tantangan Teknis
- Sumatra Selatan Bidik Sawit dan EBT untuk Kurangi Ketergantungan pada Batu Bara
- IESR: Bensin Berbasis Sawit Berisiko Tambah Beban Fiskal Energi
Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tekanan global terhadap industri semen untuk mempercepat transisi energi dan menekan emisi karbon. Industri semen sendiri termasuk kategori hard-to-abate sector atau sektor yang sulit menurunkan emisi karena tingginya kebutuhan energi dan emisi dari proses produksi.
Selain pengembangan PLTS, Indocement juga menjalankan sejumlah strategi dekarbonisasi lain, seperti pemanfaatan bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF), optimalisasi bahan baku alternatif, pengembangan roadmap energi rendah karbon, hingga inovasi produk semen ramah lingkungan.
Dalam pengembangan proyek tersebut, Indocement menggandeng SUN Energy sebagai mitra penyedia solusi energi terbarukan.
Director of Power SUN Energy, Jefferson Kuesar, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan transisi energi di sektor industri berat tetap dapat berjalan tanpa mengganggu produktivitas operasional.
“Kolaborasi dengan Indocement ini menunjukkan bahwa transisi energi bisa dijalankan tanpa mengganggu produktivitas, bahkan justru memperkuat daya saing industri,” katanya.
