PGN Hadirkan Program Tukar Botol Plastik Jadi Kupon BBG untuk Pengemudi Bajaj
Jakarta, sustainlifetoday.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menghadirkan program penukaran botol plastik menjadi kupon pengisian bahan bakar gas (BBG) bagi pengemudi bajaj gas yang tergabung dalam Komunitas Bajaj Gas (Komogas).
Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-61 PGN tersebut menggabungkan upaya pengurangan sampah plastik dengan dukungan terhadap penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di sektor transportasi perkotaan.
Melalui program ini, setiap botol plastik yang dikumpulkan dihargai Rp400 dengan maksimal penukaran sebanyak 61 botol per peserta, menyesuaikan usia PGN yang genap 61 tahun.
BACA JUGA
- Kepulauan Riau Bentuk BLUD Konservasi Laut untuk Jaga Ekosistem dan Biota Perairan
- Panas Ekstrem di ASEAN Diprediksi Meningkat Tiga Kali Lipat pada 2050
- Risiko Global Rendah, WHO Pastikan Wabah Hantavirus Bukan Pandemi Baru
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah plastik yang terkumpul akan diolah kembali menjadi produk bernilai guna sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan program ini dirancang untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus memperluas penggunaan energi yang lebih bersih melalui BBG.
“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih,” ujar Fajriyah dalam keterangan resmi, Senin (11/5).
Menurut dia, program tersebut diharapkan tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah plastik, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat serta meningkatkan kesadaran penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), Santiaji Gunawan, menyebut persoalan sampah plastik menjadi tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas pihak.
Terlebih, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan seluruh Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Indonesia berpotensi penuh pada 2030 apabila tidak diimbangi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujarnya.
Santiaji menjelaskan, penukaran botol plastik dapat dilakukan di kantor pusat PGN. Seluruh sampah yang terkumpul nantinya akan dikelola bersama Kertabumi Recycling Centre sebelum diteruskan ke Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk diolah kembali melalui metode Plastic Waste to Souvenir.
“Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dikumpulkan benar-benar memiliki siklus pemanfaatan lanjutan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pengelola sampah, botol plastik dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti furniture dan paving block,” terangnya.
